AHY Nilai LDII Punya Rekam Jejak Kuat dalam Pendidikan dan Kegiatan Sosial

Menko AHY Bersama Pengurus DPP LDII. Foto: Lines

LUGAS | Jakarta (6/3) — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan faktor penentu masa depan Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum dalam acara “Kuliah Umum, Santunan Anak Yatim, Pembagian Sembako, dan Buka Bersama” yang digelar di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Rabu (5/3).

Dalam kesempatan itu, AHY menilai meskipun Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kemajuan bangsa tetap sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Menurutnya, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) telah menunjukkan peran nyata dalam pengembangan pendidikan serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberi kontribusi positif bagi bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan. Sinergi antara ulama dan umaro, menurutnya, menjadi kunci dalam mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Indonesia adalah negara besar dengan masyarakat yang sangat majemuk. Di tengah situasi dunia yang penuh tantangan, kita patut bersyukur karena Indonesia tetap dalam kondisi damai. Namun kedamaian ini harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

AHY turut mengapresiasi peran LDII dalam menyampaikan dakwah Islam yang berpegang teguh pada syariat sekaligus sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, perpaduan antara nilai keislaman dan semangat nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan memiliki jiwa patriotisme.

Dalam kunjungannya, Menko AHY juga meninjau langsung kawasan pendidikan di lingkungan pesantren. Ia melihat berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari sarana olahraga, balai pelatihan, hingga pembangunan gedung sekolah umum dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang saat ini tengah diselesaikan.

Ia menilai pengembangan fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kualitas pendidikan yang baik, tetapi juga karakter kuat serta kesiapan menghadapi tantangan global.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, mengapresiasi kehadiran Menko AHY yang dinilai mampu memberikan motivasi bagi para santri untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memacu semangat para santri agar terus meningkatkan kualitas diri, sehingga kelak mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kekuatan sosial dan otoritas pemerintah dalam membangun bangsa. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan besar dalam menjaga keutuhan bangsa, membangun masa depan Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Pada kesempatan yang sama, pimpinan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Chairul Baihaqi, menegaskan komitmen pesantrennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan guna mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Ia menuturkan bahwa sumber daya manusia merupakan modal utama bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pihak pesantren terus berupaya menghadirkan sarana pendidikan yang modern dengan memadukan ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai keagamaan.

Selain itu, pembangunan sekolah umum dari tingkat SD, SMP hingga SMA di lingkungan pesantren menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki pola pikir maju, penguasaan ilmu pengetahuan, serta karakter religius yang kuat.

“Melalui berbagai upaya tersebut, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1