LUGAS | Lampung Selatan — Lalu lintas penyeberangan di lintas Selat Sunda pada hari puncak (H) Lebaran 2026 menunjukkan dinamika yang tak sepenuhnya sejalan antara arus dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Data posko mencatat penurunan jumlah penumpang dari Jawa, sementara pergerakan dari Sumatera justru meningkat.
Di sisi Jawa, berdasarkan catatan Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, jumlah perjalanan kapal selama 24 jam pada 21 Maret 2026 mencapai 79 trip. Total penumpang yang menyeberang tercatat 50.353 orang, turun 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini terutama terlihat pada kendaraan roda empat yang mencapai 7.699 unit, merosot 13,1 persen dari tahun sebelumnya. Truk juga turun tajam 25,8 persen menjadi 155 unit. Sebaliknya, sepeda motor justru naik 7,5 persen menjadi 5.580 unit, diikuti bus yang meningkat 6,8 persen menjadi 172 unit.
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 13.606 unit, turun 5,7 persen dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, akumulasi sejak H-10 hingga H menunjukkan tren berbeda: total penumpang mencapai 898.864 orang, naik tipis 1,3 persen, sementara kendaraan meningkat 6,3 persen menjadi 239.608 unit.
Di sisi seberang, pergerakan dari Sumatera ke Jawa yang dipantau dari Posko Pelabuhan Bakauheni menunjukkan intensitas layanan yang lebih tinggi. Sebanyak 83 trip dioperasikan dalam periode yang sama.
Jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni dan sekitarnya, termasuk Pelabuhan Wika Beton serta BBJ Muara Pilu, mencapai 25.934 orang, naik 5,9 persen dibandingkan tahun lalu.
Kenaikan juga terjadi pada hampir seluruh jenis kendaraan. Sepeda motor meningkat 20,4 persen menjadi 1.673 unit, mobil naik 8,3 persen menjadi 3.896 unit, dan bus bertambah 11,4 persen menjadi 206 unit. Namun, tidak ada truk yang menyeberang pada hari H, turun 100 persen dibandingkan tahun lalu.
Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa tercatat 5.775 unit, naik 2,5 persen. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H, jumlah penumpang mencapai 428.862 orang atau naik 3,4 persen, sedangkan kendaraan meningkat 7,5 persen menjadi 87.937 unit.
Perbedaan tren ini mengindikasikan perubahan pola mobilitas pemudik. Jika arus dari Jawa mulai melandai pada hari H, maka pergerakan dari Sumatera justru menguat—menandai fase balik awal atau distribusi arus yang lebih merata dibanding tahun-tahun sebelumnya.
