Arus Mudik Selat Sunda Menguat di H-2, Penumpang Tembus 165 Ribu dari Jawa ke Sumatera

 



LUGAS | Lampung Selatan/Bakauheni — Gelombang mudik Lebaran 2026 kian terasa di lintasan penyeberangan Jawa–Sumatera. Dua hari menjelang Hari Raya (H-2), pergerakan penumpang dan kendaraan di Selat Sunda menunjukkan peningkatan signifikan, seiring masyarakat memanfaatkan waktu terbaik untuk pulang ke kampung halaman.

Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, selama 24 jam pada Kamis (19/3/2026), tercatat 152 trip kapal beroperasi. Dari jumlah itu, sebanyak 165.385 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera—naik 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di antara ribuan pemudik itu, sepeda motor masih menjadi pilihan utama. Tercatat 26.674 unit roda dua menyeberang, meningkat 14,7 persen dibanding tahun lalu. Sementara kendaraan roda empat mencapai 18.809 unit atau naik 14,3 persen.

Namun, di tengah lonjakan itu, kendaraan logistik justru menunjukkan tren berbeda. Jumlah truk yang menyeberang tercatat 920 unit, turun 10,3 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini diduga terkait pembatasan operasional angkutan barang selama masa mudik. Di sisi lain, bus yang membawa penumpang justru meningkat menjadi 782 unit, naik 4,5 persen.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-2 mencapai 47.185 unit, atau naik 13,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Jika ditarik lebih panjang sejak H-10 hingga H-2, arus mudik dari Jawa ke Sumatera telah mengangkut 796.916 penumpang, meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total kendaraan yang menyeberang pun mencapai 211.411 unit, naik 9,2 persen.

Di seberang Selat Sunda, suasana di Pelabuhan Bakauheni juga tak kalah sibuk. Data Posko Bakauheni mencatat 134 trip kapal beroperasi dalam periode yang sama.

Sebanyak 42.729 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-2, naik 7,3 persen dibandingkan tahun lalu. Arus balik dini ini mulai terlihat, meski volumenya masih jauh di bawah arus mudik dari Jawa.

Kendaraan roda dua yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat 991 unit—melonjak 30,1 persen. Sementara roda empat mencapai 4.916 unit, relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,8 persen.

Untuk kendaraan logistik dan angkutan umum, truk meningkat menjadi 1.105 unit (naik 12,3 persen), sedangkan bus mencapai 633 unit atau naik 9 persen.

Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H-2 tercatat 7.645 unit, naik 6,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Adapun akumulasi sejak H-10 hingga H-2, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 380.379 orang atau naik 3,8 persen. Total kendaraan tercatat 78.426 unit, meningkat 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


---

Di balik angka-angka itu, ada cerita perjalanan yang tak selalu mudah. Antrean kendaraan, waktu tunggu, hingga kelelahan menjadi bagian dari pengalaman mudik lintas pulau. Namun bagi banyak orang, perjalanan panjang itu adalah harga yang layak dibayar untuk satu tujuan: pulang.

Di dermaga, deru mesin kapal bersahut dengan suara anak-anak yang tak sabar bertemu keluarga. Sementara di dalam kendaraan, para pemudik menyusun harapan—bahwa perjalanan ini akan berakhir di pelukan kampung halaman.

Arus masih akan terus bergerak hingga puncaknya dalam satu-dua hari ke depan. Selat Sunda kembali menjadi saksi, bagaimana tradisi mudik bukan sekadar perpindahan manusia, melainkan juga perjalanan emosi, rindu, dan harapan yang melintasi batas pulau.


0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1