Banjir Jakarta: Kebon Pala Tergenang, Aparat Kelurahan Distribusikan Bantuan Hingga Malam



LUGAS | MAKASAR, JAKARTA TIMUR — Air masih bertahan di sejumlah sudut permukiman warga di Kelurahan Kebon Pala hingga Minggu (8/3/2026) malam. Di tengah genangan yang perlahan surut, aparat kelurahan bersama warga bergerak memastikan bantuan dari Dinsos dan Baznas sampai ke mereka yang terdampak.

Kasie Pemerintahan Kelurahan Kebon Pala, Pradina Muharditya, sejak siang hingga malam memimpin pendataan wilayah terdampak sekaligus mengoordinasikan pendistribusian bantuan ke sejumlah posko banjir. Ia bekerja bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU),  tiga pilar, perangkat wilayah serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).



Pendataan dan distribusi bantuan dilakukan di beberapa titik posko, antara lain di RW 01, 04, 06, 08, 09, 10, dan 11. Di wilayah-wilayah tersebut, sebagian rumah warga masih tergenang air, terutama di kawasan yang dilalui aliran Sungai Cipinang.

Di beberapa gang, air tampak mengalir pelan di depan rumah warga. Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah mereka. Ada yang menaruh barang di tempat lebih tinggi, ada pula yang mulai membersihkan lantai yang basah oleh lumpur tipis sisa banjir.

Sementara itu, di wilayah yang dilalui Kali Cipa, genangan sebenarnya sudah surut sejak pagi. Namun air masih meninggalkan jejaknya di dalam rumah. Dari sela ubin lantai, rembesan air masih muncul, membuat beberapa rumah tetap lembap meski halaman sudah mengering. Meski demikian, warga di kawasan tersebut tidak sampai mengungsi.



Akibat banjir dan genangan air di wilayah kelurahan Kebon Pala kecamatan Makasar Jakarta Timur, ini membuat seluruh potensi SAR di kelurahan Kebon Pala yang terdiri dari PPSU, Pol PP, Babinsa, Binmaspol, FKDM, pengurus wilayah dan relawan lainnya melakukan evakuasi warga yang mengungsi, terutama lansia, ibu hamil dan anak-anak.  

Secara keseluruhan, banjir yang melanda Jakarta pada Minggu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah ibu kota sejak Sabtu hingga Minggu pagi.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD DKI Jakarta) mencatat sedikitnya 39 rukun tetangga (RT) dan 13 ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan terdampak genangan air.

“Banjir terjadi akibat hujan deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu sampai dengan Minggu,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan.

Di Jakarta Barat, genangan tercatat di 19 RT yang tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 120 sentimeter.

Adapun di Jakarta Selatan, banjir merendam 20 RT di Kelurahan Cilandak Barat, Cipete Utara, Petogogan, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Cilandak Timur. Di Kelurahan Pela Mampang, tinggi genangan mencapai sekitar 1,5 meter.

Selain permukiman warga, genangan juga terjadi di 13 ruas jalan, antara lain Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot di beberapa titik, Jalan Meruya Selatan, Jalan Kapten Pierre Tendean, hingga Jalan Cileduk Raya.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di berbagai wilayah dan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran drainase berfungsi.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi genangan lanjutan.

“Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam,” kata Yohan.



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1