LUGAS | BITUNG — Perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh 2577 di Klenteng Seng Bo Kiong, Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Maesa, Bitung, Selasa, 3 Maret 2026, berlangsung semarak sekaligus tertib. Sekitar 5.000 warga memadati ruas-ruas jalan yang dilalui arak-arakan, sementara sekitar 100 umat mengikuti prosesi inti yang dipimpin Pandita Roully Ciwulusan.
Sejak siang, aparat dari Polres Bitung telah bersiaga di sejumlah titik. Puluhan personel diturunkan untuk mengawal jalannya ritual yang keluar dari area klenteng dan melintasi Jalan 46, Inkoasku, hingga kembali ke halaman rumah ibadah tertua di kota pelabuhan itu. Lalu lintas sempat dialihkan secara situasional untuk memberi ruang pada peserta arak-arakan dan warga yang menonton.
Pengamanan dipimpin Kepala Bagian Operasi Polres Bitung, Komisaris Polisi Karel Tangay. Ia mengatakan kehadiran aparat merupakan bentuk komitmen negara menjamin kebebasan beribadah sekaligus menjaga ketertiban umum. “Kami ingin memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan aman dan lancar. Ini bagian dari kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujar Karel di sela kegiatan.
Sejumlah pejabat daerah terlihat hadir, di antaranya Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Randito Maringka, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Kehadiran mereka, menurut panitia, menjadi penegasan dukungan pemerintah terhadap perayaan budaya dan keagamaan masyarakat Tionghoa di Bitung.
Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI dari Kodim 1310/Bitung, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan. Aparat lalu lintas ditempatkan di titik persimpangan padat untuk mencegah kemacetan, sementara personel berseragam dan berpakaian sipil menyebar di sepanjang rute.
Perayaan berakhir sekitar pukul 19.10 WITA tanpa insiden berarti. Di tengah kerumunan dan dentum tabuhan, Cap Go Meh tahun ini kembali menegaskan wajah Bitung sebagai kota pelabuhan yang majemuk—tempat tradisi, iman, dan ruang publik bertemu dalam suasana yang relatif tertib.
