Hangatnya Kebersamaan Ramadan, Polresta Manado dan Wartawan Perkuat Silaturahmi

 


LUGAS | MANADO — Di tengah tuntutan transparansi publik yang kian menguat, Polresta Manado menggelar buka puasa bersama insan pers di sebuah restoran di Kota Manado, Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan yang dipimpin Kapolresta Manado, Irham Halid, ini dikemas sebagai ajang mempererat sinergitas antara kepolisian dan media. Namun, di balik suasana akrab, muncul pertanyaan klasik: sejauh mana kedekatan ini menjaga independensi pers?

Sejumlah pejabat utama turut hadir, mulai dari Kasat Narkoba Kompol Hilman Muthalib hingga Kasi Humas IPTU Agus Haryono. Dalam sambutannya, Irham menyebut media sebagai “mitra strategis” dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pemberitaan yang cepat dan terpercaya. “Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat,” ujarnya.

Narasi kemitraan ini bukan hal baru. Di banyak daerah, hubungan harmonis antara aparat dan wartawan kerap dibangun melalui forum informal seperti buka puasa bersama. Namun, praktik ini juga kerap dikritik karena berpotensi mengaburkan batas antara kerja jurnalistik yang independen dan kedekatan institusional yang terlalu cair.

Sejumlah jurnalis yang hadir mengakui forum semacam ini membuka ruang komunikasi yang lebih mudah dengan kepolisian. Tetapi di sisi lain, mereka juga menekankan pentingnya menjaga jarak profesional. “Kedekatan tidak boleh mengurangi fungsi kontrol,” ujar seorang wartawan lokal yang enggan disebutkan namanya.

Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap akuntabilitas aparat, hubungan Polri dan media memang membutuhkan keseimbangan: kolaboratif dalam penyampaian informasi, namun tetap kritis dalam fungsi pengawasan. Tanpa itu, ruang-ruang silaturahmi berisiko bergeser dari dialog terbuka menjadi pengelolaan narasi yang lebih halus.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1