LUGAS | BITUNG — Menjelang waktu berbuka puasa, arus kendaraan di depan Markas Polsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) di Bitung tampak melambat. Sejumlah pengendara menerima bingkisan kecil dari tangan aparat kepolisian yang berdiri di tepi jalan. Di tengah lalu lintas sore hari itu, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia mencoba menghadirkan wajah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sabtu sore (28/02) Kapolsek KPS Bitung Iptu Harli E. Buida bersama Bhayangkari dan personel turun langsung membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara roda dua dan roda empat yang melintas. Kegiatan berlangsung sejak pukul 17.00 WITA hingga menjelang azan magrib.
Aksi sederhana di pinggir jalan itu bukan sekadar pembagian makanan berbuka. Personel kepolisian juga menyempatkan berdialog singkat dengan warga, menyampaikan pesan keselamatan berkendara di tengah meningkatnya mobilitas sore hari selama Ramadan.
"Bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk melipatgandakan amal kebaikan. Kami ingin sedikit berbagi rezeki dan kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya bagi para pengendara yang mungkin masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba," ujar Iptu Harli.
Petugas mengingatkan pengendara agar tetap berhati-hati di jalan, menjaga konsentrasi, serta mematuhi rambu lalu lintas, terutama pada jam-jam rawan menjelang berbuka ketika kepadatan kendaraan meningkat.
Kegiatan berbagi takjil menjadi salah satu cara kepolisian membangun kedekatan sosial di luar fungsi penegakan hukum. Di tengah persepsi publik yang kerap melihat aparat semata sebagai penindak pelanggaran, kegiatan seperti ini diharapkan menghadirkan dimensi lain kehadiran polisi — lebih humanis dan komunikatif.
Bagi sebagian pengendara, bingkisan kecil itu bukan hanya makanan pembuka puasa, tetapi juga tanda perhatian dari aparat yang biasanya ditemui dalam situasi formal. Di tepi jalan yang ramai, hubungan negara dan warga tampak berlangsung dalam bentuk yang paling sederhana: sapaan, senyum, dan sebungkus takjil.
