Jejak Terakhir Terbaca DNA: Keluarga Akhirnya Menemukan Kepastian Nasib Korban Banjir Sitaro

 


LUGAS | SITARO — Dua bulan setelah banjir bandang menerjang wilayah Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, satu kepastian akhirnya datang bagi keluarga yang selama ini menunggu kabar orang tercinta. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Utara memastikan identitas salah satu korban yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Kepastian itu diumumkan dalam konferensi pers di Mapolsek Siau Timur, Kamis (5/3/2026). Polisi menyatakan bahwa bagian tubuh berupa kepala yang ditemukan tim evakuasi pada 10 Januari 2026 di wilayah Kelurahan Bahu telah teridentifikasi sebagai milik seorang warga bernama Swingli Dalending, 47 tahun.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sitaro, IPTU Roply Saribatian, mengatakan proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA oleh tim forensik Polda Sulut untuk memastikan identitas korban secara ilmiah.

“Berdasarkan sertifikat identifikasi dari Bid Dokkes Polda Sulut melalui pemeriksaan DNA, bagian tubuh yang ditemukan tersebut dipastikan milik Swingli Dalending, warga Kelurahan Bahu Lingkungan IV, Kecamatan Siau Timur,” kata Roply dalam konferensi pers tersebut.

Bagian tubuh korban ditemukan tim evakuasi pada Sabtu petang, 10 Januari 2026, di tengah proses pencarian korban banjir bandang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Temuan itu kemudian langsung diserahkan kepada tim DVI Polda Sulut untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Menurut Roply, proses identifikasi korban bencana seringkali membutuhkan waktu panjang karena kondisi jenazah yang tidak utuh serta perlunya pembuktian ilmiah yang akurat agar tidak menimbulkan kesalahan identitas. “Kami memastikan proses ini dilakukan secara profesional agar keluarga mendapatkan kepastian yang benar,” ujarnya.

Proses identifikasi dilakukan oleh tim forensik yang dipimpin dokter spesialis forensik dr. Nola R.S. Mall bersama dokter gigi forensik drg. Diah Buana Damasari. Melalui pencocokan DNA dengan keluarga korban, identitas akhirnya dapat dipastikan.

Bagi keluarga Dalending, kepastian ini datang dengan perasaan campur aduk—antara duka yang kembali terbuka dan kelegaan karena penantian panjang akhirnya terjawab.

Usai konferensi pers, pihak kepolisian menyerahkan bagian tubuh korban kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak. Penyerahan itu berlangsung dalam suasana hening dan haru.

Peristiwa ini sekaligus kembali mengingatkan betapa dahsyatnya banjir bandang yang melanda wilayah Siau Timur awal tahun lalu. Bencana tersebut tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga meninggalkan luka panjang bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya—sebagian bahkan harus menunggu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan kepastian nasib orang yang mereka cintai.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1