Kapolres Bitung Tanam Jagung Bersama Forkopimda, Target 300 Hektare Lahan

 



LUGAS | BITUNG — Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung mengikuti pelaksanaan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar secara virtual dan dipusatkan di Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk mendukung swasembada pangan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.

Di Kota Bitung, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penanaman jagung di lahan milik Dinas Pertanian yang terletak di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka bersama Kapolres Bitung Albert Zai, Dandim 1310/Bitung I Dewa Made Dharmawan Juniarta, Komandan Yonmarhanlan VIII Helmi Hamsyir, serta perwakilan Satrol Koarmada VIII yang diwakili Komandan KAL Tedong Naga Sunarko.

Turut hadir pula Asisten I Pemerintah Kota Bitung Forsman F. T. Dandel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung Steven D. J. Prok, Camat Madidir Heimans Bidara Kansil, Ketua DPD APPSI Kota Bitung Hairuddin Bandu, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Tirsa Sondakh Watung, serta Sekretaris Ormas Minahasa Waraney Puser Intana Kota Bitung Mario Mawuntu bersama sejumlah tokoh masyarakat dan kelompok tani.

Kapolres Bitung AKBP Albert Zai mengatakan, penanaman jagung tersebut merupakan implementasi langsung program nasional yang dicanangkan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung.

“Program ini merupakan arahan langsung dari Bapak Presiden yang diimplementasikan melalui Bapak Kapolri dan dilaksanakan hingga ke tingkat daerah, termasuk Polres Bitung, untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan, khususnya jagung di Sulawesi Utara,” kata Albert Zai.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Polres Bitung mendapat target pembukaan lahan atau kerja sama dengan kelompok tani seluas sekitar 300 hektare untuk penanaman jagung.

“Pada kuartal pertama ini kami sudah mencapai sekitar 25 persen atau kurang lebih 90 hektare dari target tersebut. Artinya masih ada sekitar 200 hektare lebih yang akan terus kami dorong bersama pemerintah daerah dan kelompok tani,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan program swasembada jagung sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat petani.

“Ke depan kami berharap ada kerja sama yang semakin kuat. Tanah-tanah yang belum produktif dapat kita garap bersama sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bitung melalui sektor pertanian,” katanya.

Penanaman jagung di Wangurer Barat ini menjadi bagian dari langkah awal pencapaian target produksi jagung di Kota Bitung pada 2026, sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1