Konsolidasi dan Pengukuhan Ketua LDII Batang Hari, Perkuat Sinergi dan Pembinaan Umat

 

LUGAS | BATANG HARI — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Batang Hari menggelar kegiatan konsolidasi organisasi sekaligus pengukuhan ketua pada Sabtu (28/2/2026). Agenda tersebut menjadi momentum penguatan struktur kelembagaan serta penegasan arah program dakwah dan kemasyarakatan ke depan.

Kegiatan berlangsung di Gedung DPD LDII Kabupaten Batang Hari, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Provinsi Jambi, dengan dihadiri pengurus LDII dari tingkat kabupaten hingga provinsi, tokoh masyarakat, serta sejumlah organisasi mitra.

Dalam kegiatan tersebut, Yazid Munadi, S.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Batang Hari melalui mekanisme PAW (Pergantian Antar Waktu) untuk masa bakti 2022–2027.

Acara pengukuhan turut dihadiri Ketua DPW LDII Provinsi Jambi Rahmat Nuruddin, S.Kom., Ketua Sentra Komunikasi Mitra Polri (Senkom) Kabupaten Batang Hari Romli, Ketua Persinas ASAD Kabupaten Batang Hari Sumardi, serta para tokoh agama dan undangan lainnya.

Perwakilan DPW LDII Provinsi Jambi dalam sambutannya menegaskan bahwa konsolidasi organisasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas organisasi.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kontribusi dakwah yang menyejukkan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.



Ketua terpilih, Yazid Munadi, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program pembinaan keagamaan dan sosial yang telah berjalan, sekaligus meningkatkan koordinasi internal organisasi agar lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia berharap LDII Kabupaten Batang Hari dapat terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendukung terciptanya ketertiban sosial melalui pendekatan dakwah yang moderat dan konstruktif.

Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang mempererat kebersamaan antaranggota dan tamu undangan.

Amanah kepemimpinan bukan sekadar jabatan organisatoris, melainkan tanggung jawab spiritual yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Kepemimpinan yang baik lahir dari niat yang lurus, kerja yang ikhlas, serta komitmen menghadirkan manfaat bagi umat.

Organisasi keagamaan, pada akhirnya, tidak hanya diukur dari kuatnya struktur, tetapi dari sejauh mana ia mampu menebarkan akhlak, menjaga persatuan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Sebab dakwah yang paling kuat bukan hanya melalui kata-kata, melainkan melalui keteladanan dan pelayanan nyata kepada sesama.



Laporan: Romli | Editor: Mahar Prastowo 



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1