KSOP Bakauheni Ingatkan Bahaya Muatan Berlebih di Puncak Arus Balik Lebaran

 


LUGAS | LAMPUNG SELATAN — Di tengah padatnya arus balik Lebaran 1447 Hijriah, keselamatan pelayaran kembali menjadi sorotan. Sebuah insiden terjadi di Dermaga Wika Beton, Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026), ketika sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 terguling saat hendak naik ke kapal feri KMP Rishel.

Kendaraan tersebut terbalik tepat di atas ram door (pintu rampa) kapal yang sedang bersandar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pengemudi dilaporkan selamat, meski sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi.

Berdasarkan dugaan awal, kendaraan mengalami kehilangan keseimbangan akibat muatan barang yang melebihi kapasitas serta distribusi beban yang tidak merata. Insiden ini sempat menghambat proses bongkar muat kendaraan di dermaga, yang saat ini tengah melayani lonjakan arus balik pemudik dari Sumatera menuju Jawa.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap batas muatan kendaraan, terutama dalam periode arus mudik dan balik yang padat.

“Muatan berlebih tidak hanya membahayakan pengemudi, tetapi juga penumpang lain dan awak kapal. Selain itu, kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan di pelabuhan,” ujar Suratno.

Ia menegaskan, setiap kendaraan yang akan menyeberang harus memenuhi standar keselamatan, termasuk batas maksimal muatan. Petugas di lapangan juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan logistik maupun pribadi yang akan masuk ke kapal.

Proses evakuasi kendaraan yang terguling dilakukan dengan bantuan mobil derek (crane) milik PT Wika Beton. Dalam waktu relatif singkat, kendaraan berhasil dipindahkan sehingga aktivitas pelabuhan dapat kembali berjalan normal.

Suratno menambahkan, momen arus balik Lebaran menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna jasa penyeberangan. Selain faktor kelelahan pengemudi, kondisi kendaraan yang tidak laik, termasuk kelebihan muatan, menjadi risiko yang kerap diabaikan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas dan memastikan kendaraan dalam kondisi aman sebelum melakukan perjalanan,” katanya.

Pelabuhan Bakauheni sendiri menjadi salah satu titik tersibuk dalam arus balik Lebaran, menghubungkan Sumatera dan Jawa melalui jalur penyeberangan. Peningkatan volume kendaraan pada periode ini membuat aspek keselamatan dan ketertiban menjadi kunci utama kelancaran arus.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, insiden ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada risiko besar. Pemerintah dan operator pelabuhan pun terus mendorong disiplin pengguna jalan demi perjalanan yang aman hingga ke tujuan.



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1