LUGAS | BITUNG — Ratusan jamaah memadati Masjid Baitil A’la di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, saat pengajian tingkat provinsi yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini menjadi forum pembinaan keagamaan yang mempertemukan warga LDII dari berbagai daerah untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan hadist.
Pengajian tersebut tidak hanya diikuti jamaah yang hadir langsung di lokasi, tetapi juga disambung secara daring melalui Zoom oleh warga LDII di sejumlah daerah, di antaranya Manado, Bitung, Kepulauan Sangihe, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, serta Kotamobagu. Antusiasme jamaah terlihat dari keikutsertaan mereka baik secara langsung di masjid maupun melalui sambungan virtual.
Dalam pengajian tersebut, materi utama yang disampaikan berfokus pada kajian Al-Qur’an dan hadist, khususnya mengenai hukum halal dan haram, pahala dan dosa, serta gambaran kehidupan akhirat seperti surga dan neraka.
Ustaz Sudirman Bawenti, S.Pd menyampaikan materi kajian Al-Qur’an, sedangkan pemaparan hadis disampaikan oleh Ustaz Abdul Azis, M.T. Dalam penjelasannya, Abdul Azis mengangkat salah satu hadis Nabi Muhammad SAW tentang kedudukan seorang istri dalam kehidupan rumah tangga.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, keridhaan suami menjadi salah satu bentuk kemuliaan bagi seorang istri.
“Dalam hadis Nabi Muhammad SAW dijelaskan bahwa apabila seseorang diperintahkan untuk sujud kepada manusia, maka seorang istri diperintahkan untuk menghormati suaminya. Ini menunjukkan betapa besar penghormatan seorang istri kepada suami dalam membangun rumah tangga yang harmonis,” ujar Abdul Azis di hadapan jamaah.
Sementara itu, Dewan Penasihat DPW LDII Sulut KH Ahmad Fauzi dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.
Menurutnya, nikmat terbesar yang dimiliki umat manusia adalah nikmat iman dan Islam, serta kesempatan untuk terus mempelajari Al-Qur’an dan hadist dalam forum pengajian.
“Alhamdulillah, kita diberikan banyak nikmat oleh Allah SWT, mulai dari kesehatan, umur panjang, rezeki, keselamatan hingga keamanan. Semua nikmat itu hendaknya kita syukuri dengan memperbanyak ucapan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan para ulama, sahabat Nabi, tabi’in hingga tabi’ut tabi’in yang telah menyampaikan ajaran Islam hingga sampai kepada umat pada masa kini.
Menurutnya, keberlangsungan pengajian dan kebersamaan jamaah merupakan wujud kecintaan terhadap agama sekaligus bukti keimanan yang harus terus dipelihara.
“Keikutsertaan jamaah yang hadir di masjid maupun yang mengikuti secara daring dari berbagai daerah merupakan bukti semangat keimanan. Dengan mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an serta hadist, diharapkan umat semakin meningkat ketakwaannya kepada Allah SWT,” tuturnya.
Pengajian tingkat provinsi tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus organisasi. Dari jajaran Dewan Penasihat DPW LDII Sulut hadir KH Ahmad Fauzi dan dr. H. Zulfian Muslim, Sp.B., M.Kes.
Sementara dari jajaran pengurus DPW LDII Sulut hadir Drs. H. Djafar Wonggo, M.T., H. Soenarwan, S.T., Apt. Ridwan D. Kristanto, S.Farm., KH Hairuddin Dg. Bandu, S.Sos., serta M. Amin Muslim, S.Kom.
Kegiatan pengajian berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan rutin tersebut, LDII berharap warga dapat terus memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadist sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
