Operasi Sunyi di Laut Maluku: Evakuasi KM Anaiah Bongkar Kesiapsiagaan Satrol Kodaeral VIII




LUGAS | BITUNGLaut Maluku, Kamis (26/03), tak hanya menjadi saksi cuaca yang tak bersahabat, tetapi juga panggung bagi operasi penyelamatan yang menguji kecepatan, koordinasi, dan kepemimpinan di lapangan. Di tengah situasi darurat yang mengancam keselamatan awak KM Anaiah di perairan Batang Dua, respons militer datang tanpa banyak sorotan—cepat, terukur, dan nyaris tanpa celah.

Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII Bitung bergerak dalam hitungan waktu. Unsur KAL Tedong Naga dikerahkan bersama satu unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), membawa sekitar 20 personel terlatih menembus kondisi laut yang dinamis. Fokus mereka tunggal: mengevakuasi seluruh kru dalam kondisi selamat.

Operasi berlangsung dengan pola koordinasi lintas instansi. Tim dari TNI AL bersinergi dengan Basarnas dan Polairut, membentuk satu komando taktis di lapangan. Sumber di lokasi menyebut, komunikasi antar unsur berjalan tanpa hambatan berarti—indikasi adanya protokol respons cepat yang sudah teruji.

Ketua Dewan Pembina Tim Rajawali sekaligus Ketua Kerukunan Nusa Utara Sulawesi Utara, yang juga pernah menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bitung tahun 2020 saat menjabat Asisten I Pemprov Sulut, Drs. Edison Humiang. M. Si, menilai operasi ini sebagai cermin kesiapan negara dalam menjawab situasi darurat di laut.

“Saya memberikan apresiasi kepada TNI AL, Basarnas, dan Polairud yang selalu hadir tepat waktu ketika dibutuhkan masyarakat. Ini bentuk nyata pengabdian negara dalam menjaga keselamatan warga,” ujarnya dalam keterangan kepada wartawan.

Ia menekankan, pola kepemimpinan di tubuh Satrol Bitung terlihat solid dan mampu menerjemahkan perintah menjadi tindakan cepat di lapangan. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kendali langsung Komandan Satuan Patroli, Kolonel Laut (P) Marvil Marfel Frits E.D., yang dinilai konsisten membangun budaya siaga di wilayah operasi.


Apresiasi serupa datang dari Ketua Tim Rajawali, Richard Lasut. Ia menyebut operasi penyelamatan tersebut sebagai langkah konkret yang patut diapresiasi luas oleh masyarakat.

“Tindakan yang dilakukan sangat cepat, tepat, dan terukur. Ini misi kemanusiaan yang dijalankan dengan profesional. Kami melihat langsung bagaimana koordinasi di lapangan berjalan efektif di bawah kepemimpinan Dansatrol,” ujar Richard.

Apresiasi tambahan datang dari Sunny Rumawung, yang menyoroti aspek kemanusiaan dan dampak medis dari insiden tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kecepatan, kepedulian, dan keberhasilan Dansatrol Kolonel Laut (P) Marvil Marfel Frits bersama jajarannya dalam memberikan pertolongan kepada para ABK kapal ikan yang mengalami musibah kebakaran di tengah laut. Ini bukan hanya soal penyelamatan, tapi menyangkut nyawa manusia yang dalam kondisi darurat serius,” ujarnya.

Menurut Sunny, tindakan cepat tersebut sangat krusial mengingat kondisi korban yang mengalami luka bakar dengan tingkat risiko tinggi.

“Tugas mulia ini patut mendapat dukungan masyarakat Bitung. Jika tidak dilakukan segera, dampaknya bisa fatal, apalagi melihat luka bakar yang dialami para ABK cukup membahayakan dan lokasi kejadian jauh di tengah laut,” tambahnya.

Namun di balik keberhasilan itu, kritik juga mencuat. Sejumlah pihak menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kapal-kapal yang berlayar, terutama terkait aspek kelaikan dan keselamatan.

Menurut mereka, peran otoritas pelabuhan—dalam hal ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)—harus diperkuat, bukan sekadar administratif. Pemeriksaan kondisi kapal dan pertimbangan cuaca dinilai masih menjadi titik rawan yang berpotensi memicu insiden serupa.

“Pencegahan harus dimulai dari darat. Jangan sampai respons cepat di laut justru menutupi kelengahan di pelabuhan,” kata salah satu sumber yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Peristiwa di Batang Dua menjadi pengingat: di satu sisi, aparat laut menunjukkan kesiapan yang patut diapresiasi. Namun di sisi lain, rantai pengawasan sebelum kapal berlayar masih menyisakan pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1