LUGAS | BOGOR — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Kampung Kamurang, Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat (6/3/2026). Warga bersama pengurus Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Citeureup berkumpul dalam kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
Kegiatan yang dilaksanakan di majelis taklim Kampung Kamurang, RW 11, itu menjadi momentum berbagi sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di lingkungan tersebut.
Sebanyak 30 anak yatim dan dhuafa dari lingkungan RW 11 menerima santunan yang diserahkan langsung oleh pengurus LDII. Hadir dalam kesempatan itu Ketua RW 11 Ade Gunawan, Ketua RT 03/RW 11 Ahmad Rifandi, Dewan Pembina LDII Kecamatan Citeureup H Nurcholis, serta Pembina Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Puspanegara Sutopo.
Dalam kesempatan tersebut, Seksi Hubungan Masyarakat PC LDII Kecamatan Citeureup H Jumanto yang mewakili Ketua PC LDII Citeureup Ir H Yatman Erwadi menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari kepedulian LDII terhadap masyarakat sekitar.
Ia juga menjelaskan bahwa sekretariat PC LDII Citeureup yang digunakan sebagai tempat kegiatan merupakan hasil swadaya warga LDII yang disedekahkan untuk dimanfaatkan sebagai majelis taklim.
“Kegiatan ini selain sebagai bentuk kepedulian sosial juga menjadi ajang silaturahmi antara warga LDII dengan masyarakat sekitar. Mudah-mudahan santunan ini bisa bermanfaat bagi anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Jumanto.
Ia menambahkan, kegiatan santunan di bulan Ramadhan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh LDII Citeureup.
Hal senada disampaikan Sekretaris PC LDII Kecamatan Citeureup, Bagus R. Menurutnya, kegiatan berbagi di bulan suci Ramadhan diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap hubungan antara keluarga besar LDII dan masyarakat sekitar semakin harmonis,” kata Bagus.
Ketua RW 11 Puspanegara, Ade Gunawan, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LDII tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Besar harapan kami kegiatan seperti ini bisa berlangsung terus-menerus karena sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, LDII juga terus melakukan pembinaan generasi penerus melalui berbagai kegiatan keagamaan. Pembinaan tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki 29 karakter luhur, di antaranya berakhlakul karimah, memahami ajaran agama, serta mandiri dalam kehidupan.
Pengurus LDII berharap pembinaan tersebut dapat berjalan dengan baik melalui dukungan masyarakat dan lingkungan yang kondusif serta penuh kedamaian.
