Saat Warga, TNI, dan Pemerintah Bersatu Memulihkan Akses di Girian Indah

 



LUGAS | BITUNG — Jumat 27 Maret 2026 Akses jalan yang terputus akibat longsor di Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, mulai dipulihkan melalui kerja bakti lintas sektor. Kegiatan yang dipusatkan di RT 004 Lingkungan VI ini tidak hanya melibatkan aparat TNI dan pemerintah, tetapi juga organisasi kemasyarakatan, termasuk GM FKPPI Cabang 2203 Bitung yang dipimpin Ketua Nimrot Polontoh, S. Pi. 

Kerusakan jalan tersebut terjadi akibat derasnya aliran air hujan yang terus-menerus menggerus badan jalan hingga ambruk. Warga menyebut kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan signifikan, hingga akhirnya akses tersebut terputus dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melihat kondisi itu, Kodim 1310/Bitung mengambil inisiatif mendorong percepatan pembangunan kembali dengan menggandeng Pemerintah Kota Bitung, aparat kecamatan dan kelurahan, serta elemen masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Danramil 1310-01 Bitung Kapten Inf. Markus Tilaar, S.Th, Camat Girian Rukman Rasyid, S.Sos, Lurah Girian Indah Sutoyo M. Usman, S.Sos, Babinsa Kelurahan Girian Indah Hendri, serta Ketua GM FKPPI Cabang 2203 Bitung Nimrot Polontoh, S.Pi, bersama anggotanya. Turut hadir pula tokoh agama, yakni Imam Masjid Al-Magfirah dan Pendeta GPdI Talitakum, serta masyarakat setempat.

Keterlibatan GM FKPPI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata organisasi kepemudaan dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Ketua GM FKPPI Cabang 2203 Bitung, Nimrot Polontoh, S.Pi, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan warga.

“Kami hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Jalan ini adalah akses penting bagi warga, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk membantu memulihkannya,” ujarnya di sela kegiatan.

Kolaborasi berbagai unsur ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dalam kondisi keterbatasan anggaran daerah, gotong royong dan sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan.

Seorang tokoh masyarakat setempat mengapresiasi langkah cepat tersebut, namun sekaligus mengingatkan pentingnya antisipasi ke depan.

“Kami bersyukur akhirnya ada tindakan nyata. Tapi ke depan, jangan tunggu rusak parah dulu baru diperbaiki. Harus ada perhatian serius terhadap aliran air yang jadi penyebab utama longsor,” katanya.

Pengamat infrastruktur lokal juga menekankan bahwa pembangunan kembali jalan atau jembatan tersebut harus disertai perencanaan teknis yang matang, khususnya terkait sistem drainase dan kekuatan struktur tanah, agar tidak kembali rusak saat musim hujan.

Kerja bakti ini diharapkan menjadi awal dari penanganan yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran organisasi masyarakat seperti GM FKPPI dalam mendukung pembangunan berbasis kepentingan warga.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1