Senkom Brebes Turun Tangan, Menguatkan Harapan di Tengah Banjir Ketanggungan

 



LUGAS | Brebes — Air datang nyaris tanpa jeda. Dari hulu Sungai Babakan, arus yang meninggi menjelma genangan luas yang menelan halaman rumah, jalan desa, hingga ruang-ruang hidup warga di Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Dalam hitungan jam, aktivitas lumpuh. Yang tersisa adalah kecemasan, dan upaya bertahan.

Di tengah situasi itu, satu per satu bantuan mulai berdatangan. Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat, menyalurkan logistik darurat dan mengoordinasikan penanganan lintas instansi. Fokusnya sederhana, tetapi mendesak: memastikan warga tetap bisa makan, memiliki tempat aman, dan perlahan kembali menata hidup.

Namun, di antara arus bantuan resmi, ada pula gerak-gerak sunyi yang tak kalah penting. Kamis (26/3/2026), rombongan Senkom Mitra Polri Kabupaten Brebes hadir di lokasi terdampak. Mereka membawa bahan makanan, tetapi lebih dari itu, juga membawa pesan empati.

Ketua Senkom Brebes, Adi Jaya Susanto, menyampaikan keprihatinannya. “Kami ikut merasakan apa yang dialami saudara-saudara kita di sini. Semoga mereka diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Bagi sebagian warga, bantuan itu bukan sekadar logistik. Ia adalah tanda bahwa mereka tidak sendiri.

Sementara itu, upaya pemulihan mulai dirintis. Jalan-jalan yang sempat terputus diperbaiki secara bertahap. Akses transportasi, termasuk jalur mudik yang terganggu akibat genangan dan arus deras, menjadi prioritas penanganan. Petugas gabungan terus berjibaku di lapangan, meski cuaca belum sepenuhnya bersahabat dan debit air masih tinggi.

Di beberapa titik, warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun tak sedikit pula yang bertahan di rumah, menjaga sisa-sisa harta benda di tengah keterbatasan. Malam-malam dilalui dengan waspada, menunggu air benar-benar surut.

Banjir kali ini menjadi pengingat tentang rapuhnya batas antara keseharian dan bencana. Tetapi juga memperlihatkan wajah lain: gotong royong yang hidup, solidaritas yang bergerak, dan harapan yang tetap dijaga, bahkan ketika air belum sepenuhnya pergi.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. Sebab dalam situasi seperti ini, keselamatan adalah ikhtiar bersama—dan kepedulian, adalah kekuatan yang menyatukan.



Laporan: Ahmad Hendri | Editor: Mahar Prastowo






0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1