LUGAS | BITUNG — Polres Bitung memperkuat koordinasi pengamanan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar secara daring pada Senin, 2 Maret 2026. Pertemuan yang diikuti dari ruang ED Polres Bitung itu menjadi bagian dari persiapan terpadu menghadapi arus mudik dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
Rapat dihadiri Hengky Honandar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan instansi teknis, termasuk perhubungan, penanggulangan bencana, operator pelabuhan, serta unsur keamanan. Pertemuan tersebut difokuskan pada penyelarasan langkah pengamanan serta kesiapan pelayanan publik, mengingat Kota Bitung merupakan salah satu simpul transportasi laut di Sulawesi Utara yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas penumpang.
Pengantar rapat disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menjamin kelancaran mudik. Paparan dilanjutkan oleh Listyo Sigit Prabowo yang menyebut rakor lintas sektoral sebagai penanda dimulainya pelayanan terpadu pengamanan Lebaran 2026.
Kapolri menyampaikan hasil evaluasi pengamanan tahun sebelumnya menunjukkan tren penurunan kecelakaan lalu lintas beserta korban jiwa dan kerusakan kendaraan. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari program mudik gratis hingga penguatan pengawasan jalur transportasi dan distribusi bahan pokok.
Rakor juga menyoroti potensi kerawanan selama periode Lebaran, seperti cuaca ekstrem, banjir dan longsor, kepadatan lalu lintas, serta peningkatan kunjungan ke kawasan wisata. Puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 17–19 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Kasi Humas Polres Bitung Abdul Natip Anggai mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan pengamanan berjalan efektif. “Kami siap bersinergi dengan seluruh instansi terkait agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga partisipasi masyarakat. Warga diimbau memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan, mematuhi aturan lalu lintas, serta mempersiapkan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan mudik.
