LUGAS | SOLO – Semangat kebersamaan perantau Minangkabau di Solo Raya terlihat dalam kegiatan Kajian Nuzulul Qur’an dan Buko Basamo yang digelar Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) DPD Surakarta di Gedung IKM Solo Raya, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan Ramadan tersebut memperlihatkan sinergisitas berbagai organisasi perantau Minang yang berada di bawah naungan IKM Solo Raya, di antaranya Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP), Ikatan Warga Suniangbaka (IWS), Solok Saiyo Sakato (SAS), Perkumpulan Keluarga Silungkang (PKS), serta Ikatan Keluarga Sungai Puar (IKSP).
Melalui kolaborasi tersebut, panitia menyalurkan santunan kepada 88 anak yatim, piatu, dan dhuafa dalam rangkaian kegiatan sosial Ramadan yang digelar sebelum buka puasa bersama.
Ketua DPD IKM Surakarta, Yunaldi Efendi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Minangkabau di perantauan.
“Kegiatan ini juga menghidupkan semangat Urang Minang Kembali ke Surau, yakni ajakan untuk kembali meramaikan masjid dan kegiatan keagamaan, terutama di bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Kajian Nuzulul Qur’an dalam kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Ustaz Rifai Al Haq yang menyampaikan tausiyah mengenai makna turunnya Al-Qur’an serta pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Yayasan Minang Saiyo, Goesti Hadi, dalam sambutannya mengatakan Ramadan menjadi momentum penting bagi para perantau Minangkabau untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial.
“Ramadan adalah bulan suci yang penuh berkah. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk refleksi diri. Semoga melalui kegiatan ini kerukunan urang Minang di perantauan semakin kuat,” katanya.
Panitia kegiatan yang diwakili Bang Ichal, menggantikan Ketua Panitia Syahrianto yang sedang sakit, menjelaskan bahwa santunan diberikan kepada 88 anak penerima manfaat.
Jumlah tersebut terdiri dari 42 anak dari keluarga dunsanak Minang dari berbagai komunitas seperti SAS, IWS, PKS, PKDP, IKSP serta non-IKM, kemudian 30 santri dan santriwati dari Rumah Qur’an Ihfazillah, lima anak dari warga sekitar lingkungan Gedung IKM, serta 11 santri dari Yayasan Rumah Setia.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembagian santunan kepada anak yatim dan dhuafa, dilanjutkan dengan buka puasa bersama atau buko basamo, yang merupakan tradisi kebersamaan masyarakat Minangkabau, dan ditutup dengan salat tarawih berjamaah (tarawih basamo).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah tokoh Minangkabau di Solo Raya, termasuk Ketua PKDP Solo Raya Ganto Suaro, yang dikenal aktif dalam mempererat kebersamaan perantau Minangkabau di wilayah Solo Raya.
Hadir pula jajaran Dewan Penasehat DPD IKM Surakarta, di antaranya Komandan Skadik 403 Lanud Adi Soemarmo Letkol Irvien Joni serta Letkol Adm Osvandry yang kini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Lanud Adi Soemarmo sekaligus Widyaiswara Pratama.
Selain itu tampak hadir Dewan Pembina DPD IKM Surakarta Epi Rizandi, Wakil Ketua IKM Surakarta Yusuf, Ketua Yayasan Minang Saiyo Goesti Hadi, jajaran pengurus IKM Surakarta, serta Bundo Kanduang Solo Raya.
Dari unsur media hadir Frangky Simon dan Rizal Malin Kayo yang turut mendukung publikasi kegiatan masyarakat Minangkabau di wilayah Solo Raya.
IKM sendiri merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang mewadahi para perantau Minangkabau dari Sumatera Barat di seluruh Indonesia maupun luar negeri. Sebagai “rumah gadang” di perantauan, IKM bertujuan mempererat persatuan warga Minang sekaligus melestarikan budaya Minangkabau dengan semangat mangumpuaan nan taserak atau menghimpun yang tercecer. (Rizal Malin Kayo)