LUGAS | Bantul — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal itu tercermin dalam kegiatan silaturahmi antara aparat TNI-Polri dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tamanan di Masjid Baitul Firdaus, Banguntapan, Bantul, Selasa (17/3/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Ramadhan hari ke-27 tersebut, unsur Bintara Pembina Masyarakat (Binmas) Polsek Banguntapan yang mewakili Bhabinkamtibmas, Aiptu Setyo Prabowo, menyampaikan pentingnya safari kamtibmas sebagai bagian dari upaya cipta kondisi menjelang malam takbir.
Ia mengapresiasi dukungan pengurus LDII Tamanan serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, baik di tingkat wilayah maupun nasional. Menurut dia, sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam dan masyarakat menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas secara preventif, humanis, dan bersahabat.
“Menjelang Idul Fitri, potensi gangguan seperti balap liar, petasan, hingga kenakalan remaja perlu diantisipasi bersama. Harapannya, masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dalam situasi yang aman dan kondusif,” ujar Prabowo.
Senada dengan itu, perwakilan Koramil 05 Banguntapan, Peltu Sumarno, yang mewakili Babinsa Tamanan, memberikan pembekalan terkait deteksi dini dan pencegahan potensi gangguan keamanan di wilayah Banguntapan dan sekitarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, Sumarno turut mendorong generasi muda yang sehat jasmani dan rohani untuk berpartisipasi sebagai calon prajurit TNI melalui jalur tamtama maupun bintara.
Sementara itu, Ketua PAC LDII Tamanan, Sujarwo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran aparat TNI-Polri yang dinilai telah memberikan informasi penting terkait perkembangan situasi kamtibmas di wilayahnya.
Ia menjelaskan bahwa Masjid Baitul Firdaus telah terdaftar secara nasional sebagai masjid dengan klasifikasi tipologi Masjid Jami di bawah Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Banguntapan.
Menutup kegiatan tersebut, Sujarwo menegaskan bahwa keamanan tidak hadir dengan sendirinya, melainkan harus diciptakan melalui kolaborasi.
“Keamanan dan ketertiban tidak ditemukan, tetapi harus diupayakan melalui sinergi dan komunikasi yang baik antara TNI, Polri, pemerintah kalurahan, serta organisasi kemasyarakatan Islam,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan suasana Ramadhan yang aman, damai, dan penuh kebersamaan di wilayah Banguntapan, Bantul.
Laporan: Wisnu Jatmiko | Editor: Mahar Prastowo

