LUGAS | Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) mengusung tema "Ramadan sebagai momentum memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat" tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen warga tersebut, Singgih menegaskan bahwa nilai-nilai dalam Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—selaras dengan semangat Ramadan yang menekankan kebersamaan, kepedulian, dan persatuan.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya bulan ibadah secara individual, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat solidaritas sosial. Ia menyebut, meningkatnya aktivitas sosial seperti berbagi takjil, santunan, hingga gotong royong merupakan cerminan nyata dari implementasi nilai-nilai kebangsaan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli dan mempererat hubungan antarsesama. Ini sejalan dengan nilai Pancasila, terutama sila kemanusiaan dan persatuan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat,” ujar Singgih.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman, terlebih di era digital yang rentan memunculkan perpecahan akibat hoaks dan provokasi. Masyarakat diharapkan mampu menyaring informasi dan tetap berpegang pada nilai persatuan.
Lebih lanjut, Singgih mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Ramadan sebagai ajang memperkuat karakter kebangsaan. Ia menilai, penguatan nilai Empat Pilar tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui praktik kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan. Mulai dari hal sederhana seperti menghormati perbedaan, menjaga toleransi, hingga aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat persaudaraan, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, damai, dan saling mendukung, khususnya di bulan suci Ramadan.