Takjil di Simpang Stadion: Cara LDII Ternate Merawat Kepedulian Ramadan



LUGAS | TERNATE - Di sebuah persimpangan jalan yang sibuk di Ternate, menjelang matahari tenggelam, kendaraan melambat. Lampu merah menyala di depan Kantor Pajak Stadion. Di tepi jalan, beberapa orang berdiri membawa kantong-kantong kecil berisi makanan ringan dan minuman manis.

Satu per satu paket itu berpindah tangan.

Pengendara motor, sopir angkot, hingga pejalan kaki menerima takjil dengan senyum singkat. Tidak lama—lampu lalu lintas kembali hijau. Kendaraan bergerak lagi. Tetapi bagi sebagian orang yang masih berada di perjalanan saat azan magrib hampir tiba, paket kecil itu berarti banyak.

Sore itu, Sabtu (8/3/2026), Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Ternate membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di ruang-ruang publik kota.



Ketua DPD LDII Kota Ternate, Erwin Umasugi, mengatakan kegiatan berbagi takjil merupakan agenda rutin yang digerakkan oleh bidang Pengabdian Masyarakat LDII setiap Ramadan.

“Ramadan selalu menjadi momentum untuk berbagi. Kami ingin membantu masyarakat yang masih berada di jalan agar bisa berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPW LDII Maluku Utara, Nurhadi, bersama jajaran pengurus LDII Kota Ternate. Mereka turut membagikan takjil secara langsung kepada pengendara yang melintas.

Namun kegiatan itu tidak berhenti di jalan raya.

Sebagian paket takjil juga dibawa menuju Panti Asuhan Anak Budi Sentosa. Di tempat itu, anak-anak panti menerima paket berbuka dengan suasana yang lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk kendaraan.

Bagi pengurus LDII, kegiatan sederhana seperti membagikan takjil menjadi cara merawat hubungan sosial di tengah masyarakat kota.

Erwin menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi makanan berbuka. Ada nilai kebersamaan yang ingin dibangun di tengah masyarakat yang beragam.

“Melalui kegiatan ini kami berharap bisa mempererat silaturahmi dengan masyarakat luas dan berbagai elemen di Kota Ternate,” katanya.

Bulan Ramadan, bagi banyak komunitas, sering menjadi ruang untuk menghadirkan kembali nilai gotong royong. Di persimpangan jalan, di panti asuhan, atau di halaman masjid—berbagi menjadi bahasa yang mudah dipahami siapa saja.

Sore itu di Ternate, bahasa itu hadir dalam bentuk yang sederhana: sekantong takjil menjelang azan magrib.


Laporan: Sumpono | Editor: Mahar Prastowo 



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1