LUGAS | JAKARTA – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) periode 2025–2030, Andre Rosiade, menyerukan pentingnya kolaborasi seluruh perantau Minang dalam momentum pengukuhan kepengurusan DPP IKM masa bakti 2025–2030.
Dalam sambutannya, Andre menegaskan bahwa IKM harus menjadi wadah pemersatu seluruh urang Minang, baik yang berada di ranah maupun di rantau. Hal ini sejalan dengan tagline organisasi, “Basamo Mako Manjadi”, yang mengandung makna bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kebersamaan dan kolaborasi.
Ia menyampaikan, kepengurusan DPP IKM ke depan akan melibatkan berbagai tokoh Minang dari beragam latar belakang, mulai dari unsur pemerintahan, legislatif, hingga kalangan profesional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran IKM sebagai organisasi besar yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Minang.
Selain itu, Andre juga menekankan pentingnya menyatukan potensi besar perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara. Dengan kekuatan jaringan tersebut, IKM diyakini mampu mendorong pembangunan daerah serta memperkuat posisi urang Minang di tingkat nasional.
Pengukuhan DPP IKM periode 2025–2030 digelar secara meriah di Gedung Nusantara IV DPR RI, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan organisasi dengan menghadirkan ribuan perantau Minang dalam sebuah “baralek gadang” yang menjadi simbol persatuan dan kekuatan kolektif masyarakat Minang.
Tak hanya itu, Andre juga mengajak seluruh elemen masyarakat Minang untuk aktif berkontribusi dalam organisasi. Ia berharap IKM tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kemajuan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
“IKM bukan milik satu kelompok, tetapi milik seluruh urang Minang. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita bisa memberikan manfaat besar bagi ranah dan rantau,” tegasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, DPP IKM optimistis dapat semakin memperkuat eksistensi organisasi sebagai rumah besar perantau Minang, sekaligus menjadi mitra strategis dalam pembangunan bangsa. (Humas)