LUGAS | Yogyakarta — Peran aktif komunitas perantau Minang Gonjong Limo Yogyakarta menjadi sorotan dalam kesuksesan penyelenggaraan Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Besar Minangkabau Yogyakarta (IKBMY) 2026. Sejak tahap persiapan hingga acara berakhir, komunitas ini tampil sebagai salah satu motor penggerak yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
Ikatan Keluarga Besar Minangkabau Yogyakarta (IKBMY) menggelar acara Halal Bi Halal dalam rangka mempererat tali silaturahmi sesama perantau Minang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang mengusung tema “Paubek Rindu di Rantau, Lestarikan Budaya Minang” ini berlangsung pada Jumat malam, 16 April 2026 di Gedung IWS Yogyakarta.
Sejak awal persiapan, Gonjong Limo Yogyakarta sudah menunjukkan kontribusi nyatanya. Dipimpin langsung oleh ketuanya, Uda Andi, komunitas ini terlibat aktif dalam menyiapkan berbagai kebutuhan acara, mulai dari koordinasi hingga dukungan teknis di lapangan.
Saat acara berlangsung hingga selesai, Uda Andi bersama anggota Gonjong Limo terus mengawal jalannya kegiatan. Mereka memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan rencana, sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh tamu undangan yang hadir.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya hiburan dari artis Minang, yakni Olivia Tanjung dan Ayu Amanda yang menghibur para tamu dengan penampilan khas budaya Minangkabau. Kehadiran keduanya berhasil membangkitkan suasana rindu kampung halaman bagi para perantau.
Acara ini juga dipandu oleh MC Sonny Pepito yang dikenal dengan nama panggung Mak Itam. Dengan gaya khasnya yang komunikatif dan penuh canda, Mak Itam mampu menghidupkan suasana sehingga acara berlangsung meriah namun tetap khidmat.
Kehadiran Gonjong Limo Yogyakarta menjadi bagian penting dari sinergi komunitas perantau Minang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bersama komunitas Minang lainnya, mereka bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini sebagai wujud nyata kebersamaan dan pelestarian budaya Minangkabau di tanah rantau.
Partisipasi aktif ini menegaskan bahwa kekuatan perantau Minang terletak pada solidaritas dan semangat gotong royong yang terus terjaga dari waktu ke waktu. (Rizal PM)