Dari Bitung ke Panggung Sains Nasional, Kayla Tinangon Jadi Inspirasi Pelajar

 



LUGAS | BITUNG — Di tengah sorotan terhadap kualitas pendidikan daerah, kabar membanggakan justru datang dari ruang kelas sederhana di SMP Negeri 2 Bitung. Kayla Grandny Tinangon, siswi sekolah tersebut, menembus seleksi ketat Bootcamp Brain Factory – Gasing Intensive Program 2026, sebuah program pembinaan sains nasional yang dikenal hanya menjaring pelajar dengan kemampuan akademik unggul.

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menilai capaian ini sebagai sinyal bahwa potensi pelajar daerah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. “Ini bukti bahwa anak-anak Bitung mampu bersaing di tingkat nasional. Pemerintah tentu berkewajiban membuka lebih banyak ruang pembinaan seperti ini,” ujarnya.

Program Gasing—singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan—selama ini dikenal sebagai metode pembelajaran sains yang menekankan pemahaman konsep secara praktis dan aplikatif. Keterlibatan Kayla dalam program tersebut tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya akses yang merata terhadap pendidikan berkualitas, terutama di daerah.

Di sisi lain, capaian ini muncul di tengah kekhawatiran menurunnya minat belajar di kalangan pelajar. Keberhasilan Kayla menjadi pengecualian yang menegaskan bahwa prestasi bukan hasil instan. Ia lahir dari proses panjang—disiplin belajar, ketekunan, serta dukungan lingkungan, mulai dari keluarga hingga institusi pendidikan.

Lebih jauh, langkah Kayla membuka pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana pemerintah daerah mampu mereplikasi keberhasilan ini secara sistemik? Tanpa intervensi kebijakan yang konsisten, prestasi seperti ini berisiko menjadi sekadar cerita individual, bukan gerakan kolektif. Namun untuk saat ini, Kayla telah membuktikan satu hal—bahwa dari Bitung, panggung sains nasional bukan lagi mimpi yang terlalu jauh.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1