Di Balik Tiga Kali WTP: Kepemimpinan dan Soliditas Tim Perumda Duasudara Bitung


(Dok, Google) 


LUGAS | BITUNG — Tiga tahun berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan sekadar capaian administratif bagi Perumda Air Minum Duasudara Bitung. Konsistensi ini menunjukkan adanya fondasi tata kelola yang dijaga secara disiplin—dan tidak lepas dari peran kepemimpinan serta kekompakan internal perusahaan.

Sejak 2023 hingga 2025, hasil audit oleh KAP Abdul Muthalib dan Yunus kembali menempatkan Perumda pada opini tertinggi. Laporan tersebut diserahkan pada 12 Maret 2026 dan diterima oleh dewan pengawas sebagai bagian dari mekanisme formal pengawasan.

Di balik capaian itu, Direktur Alfreds Salindeho menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan WTP bukan hasil kerja individual, melainkan akumulasi dari sistem yang berjalan konsisten dan kerja tim yang solid.

“Ini buah dari komitmen bersama. Semua lini bekerja dengan standar yang sama,” ujarnya.

Proses menjaga opini WTP setiap tahun menuntut kedisiplinan tinggi dalam pengelolaan keuangan. Mulai dari pencatatan yang akurat, pengendalian internal, hingga evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari rutinitas organisasi.

Dalam struktur tersebut, dewan pengawas berperan sebagai pihak yang menerima dan mengawasi hasil audit, memastikan proses berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, operasional dan konsistensi implementasi tetap bertumpu pada jajaran direksi dan manajemen.

Pendekatan kepemimpinan yang dibangun Alfreds Salindeho menitikberatkan pada penguatan sistem dan budaya kerja. Transparansi tidak hanya ditempatkan sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari pola kerja sehari-hari.

Kekuatan utama Perumda Duasudara terletak pada sinergi tim. Dari level teknis hingga manajerial, setiap unit memiliki peran dalam menjaga kualitas tata kelola. Pola kerja kolektif ini memungkinkan standar profesional tetap terjaga, bahkan dalam tekanan operasional layanan publik.

Dalam konteks BUMD, menjaga konsistensi lebih sulit dibanding meraih capaian sesaat. Banyak institusi mampu mencapai WTP, tetapi tidak semua mampu mempertahankannya secara beruntun.

Di titik ini, kepemimpinan dan teamwork menjadi faktor pembeda.

Capaian tiga kali WTP akhirnya tidak hanya mencerminkan laporan keuangan yang tertib, tetapi juga menunjukkan arah organisasi yang jelas. Di bawah kendali manajemen, Perumda Duasudara Bitung berupaya memastikan bahwa tata kelola yang baik berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.

Dengan fondasi tersebut, WTP bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan indikator bahwa sistem, kepemimpinan, dan kerja tim bergerak dalam satu garis yang sama. (sumber: KJ) 

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1