LUGAS | WONOGIRI — Festival sepak bola usia dini yang digelar Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kabupaten Wonogiri kembali menjadi panggung lahirnya talenta muda. Turnamen bertajuk FORSGI Wonogiri Piala Bupati 2026 itu berlangsung di Lapangan Singodutan Sport Center, Jumat (3/4/2026).
Sebanyak 12 tim dari kelompok umur (KU) 10 dan KU-12 ambil bagian dalam ajang ini. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan, seperti Purwantoro, Jatipurno, Jatiroto, Wonogiri, hingga Eromoko. Festival ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan berjenjang bagi pemain usia dini.
Pada kategori KU-10, tim Jatipurno A tampil dominan dan keluar sebagai juara pertama, disusul Wonogiri di posisi kedua dan Jatiroto di peringkat ketiga. Sementara pada KU-12, giliran Jatipurno B yang meraih gelar juara, diikuti Wonogiri dan Jatiroto.
Penghargaan individu turut menjadi sorotan. Untuk KU-10, gelar pemain terbaik sekaligus top skor diraih Zakir Al Bukhori Auliya Purnama dari Jatipurno A. Adapun di kategori KU-12, Fathir Jannata dari Purwantoro menjadi pemain terbaik.
Ketua FORSGI Wonogiri, Purnomo, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan berkelanjutan. Sejak aktif digelar beberapa tahun terakhir, FORSGI disebut telah melahirkan sejumlah pemain berbakat.
Salah satu contoh adalah Iqbal Maulana yang kini bergabung dengan EPA Persita Tangerang dan pernah menimba pengalaman di klub Spanyol, Real Sociedad.
“Harapannya dari festival ini akan lahir lebih banyak pemain seperti Iqbal,” ujar Purnomo.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengapresiasi konsistensi FORSGI dalam menyelenggarakan festival sejak 2022. Menurut dia, kegiatan ini terbukti mampu melahirkan pemain yang berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Senada, Ketua Umum Persiwi Wonogiri, Sugiyanto, berharap FORSGI dapat terus menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan. Ia membuka peluang bagi para pemain muda untuk kelak memperkuat Persiwi Wonogiri.
Festival ini menegaskan pentingnya kompetisi usia dini sebagai fondasi pembinaan sepak bola daerah. Konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci agar talenta-talenta muda terus tumbuh dan mendapat ruang berkembang secara kompetitif.
Laporan: Sulardi | Editor: Mahar Prastowo



