Halal Bihalal DMI Bekasi Selatan, Ketua DMI Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kerukunan

LUGAS | Kota Bekasi - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bekasi Selatan menggelar acara Halal BIhalal. Acara tersebut berjalan lancar dan penuh dengan khidmat. Ketua DMI Bekasi Selatan KH. Muhammad Sodik, mengungkapkan kegiatan ini sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi dan jaga Kerukunan antar Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh masyarakat dan Pemerintah.

“Melalui Halal Bihalal ini kita kumpul dan menyatu kembali. Terlebih lagi, setelah Hari Raya Idul Fitri. Kita terus melakukan beragam kegiatan  bagi masjid di Wilayah Bekasi Selatan sepert Pelatihan Manajemen Masjid, Pelatihan Pengurusan Jenazah/ Dauroh Janaiz, Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban, Pelatihan Media Sosial Masjid. Di tahun 2026 ini Kami merencanakan Pelatihan Manajemen Masjid dan Pembentukan Pemuda dan Remaja Masjid kami juga melakukan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan duafa," ungkap KH. Muhammad Sodik. 

Dalam kesempatan itu, Karya Sukmajaya Camat Bekasi Selatan yang hadir berharap momentum halal bihalal ini menjadikan kelapangan hati untuk saling memaafkan dan dapat menjalin kebersamaan juga kekeluargaan antara Pemerintah dan masyarakat .

"Mari saling memaafkan, karena kegiatan silahturahmi dan halal bi halal  ini bertujuan untuk mengeratkan keakraban antar sesama dan menjalin komunikasi yang baik." ujar Karya Sukmajaya.

Camat pun mengajak para hadirin untuk bersama bergerak membangun Kota Bekasi yang lebih baik, dan peduli sesama karena Islam mengajarkan kepedulian sosial untuk menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya.


Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-Barkah ustadz H. Nachrawi Subandi, dalam Tausiyahnya menjelaskan Hikmah Syawalan (halalbihalal) yang merupakan momen penguatan silaturahmi, saling memaafkan, dan kembali ke fitrah suci. Tradisi ini mempererat ukhuwah Islamiyah, mencairkan hubungan renggang, menyebarkan kebaikan, serta sebagai wujud syukur atas keberhasilan ibadah Ramadan dalam meraih kemenangan. 

Dalam penyampaiannya, Ustadz Nachrawi menegaskan bahwa halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi memiliki makna yang mendalam sebagai momentum untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari segala bentuk kesalahan.

"Halal bihalal harus kita jadikan sebagai sarana memperbaiki hubungan, menghapus dendam, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah agar tetap menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan, seperti keikhlasan, kesabaran, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.





















0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1