Seperti halnya dilakukan Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Bekasi yang menyelenggarakan Halal bihalal dengan tema "Dengan Hikmah Halal Bihalal, Kita Memaafkan Dengan Hati, Bersilaturahmi Dengan Rasa, Untuk Masjid Yang Bermartabat" di Asrama Haji, Kota Bekasi, Minggu (12/4/2026).
Tampak hadir dalam Halal Bihalal DMI Kota Bekasi,DR. H. Tri Adianto MM Wali Kota Bekasi beserta jajaran, DR KH Jaja Jaelani MM Ketua DMI Kota Bekasi beserta jajaran, KH M. Sodik SE Wakil Ketua DMI Kota Bekasi, Drs. KH. Saifuddin Siroj Ketua MUI Kota Bekasi, Ketua Baznas Kota Bekasi Nurul Akmal, SH. I, Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Karya Sukmajaya S.AP., M.Si Camat Bekasi Selatan, Danramil 01/Kranji Kodim 0507/Bekasi Mayor Inf Taufik Ismail, Ketua Ranting DMI Kayuringin Jaya, H.Arifin SH beserta jajaran, para Ketua ormas Islam Kota Bekasi atau yang mewakili (NU, LDII dan lainnya), para tokoh Agama Kota Bekasi.
Dalam suasana penuh kehangatan, Wali Kota Bekasi secara langsung menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri, permohonan maaf lahir batin, serta harapan agar sinergi antara tokoh agama dan pemerintah terus terjalin demi kemajuan kota.
"Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa di tengah keberagaman, pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menjaga toleransi dan membangun sinergi lintas elemen masyarakat. Mari saling memaafkan, karena kegiatan silahturahmi dan halal bi halal ini bertujuan untuk mengeratkan keakraban antar sesama dan menjalin komunikasi yang baik." ujar Tri Adhianto.
Wali Kota juga mengajak para hadirin untuk bersama bergerak membangun Kota Bekasi yang lebih baik, dan peduli sesama karena Islam mengajarkan kepedulian sosial untuk menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya.
Sementara itu, Ketua DMI Kota Bekasi KH. Jaja Jaelani menyampaikan Hikmah Syawalan (halalbihalal) yang merupakan momen penguatan silaturahmi, saling memaafkan, dan kembali ke fitrah suci. Tradisi ini mempererat ukhuwah Islamiyah, mencairkan hubungan renggang, menyebarkan kebaikan, serta sebagai wujud syukur atas keberhasilan ibadah Ramadan dalam meraih kemenangan.
Dalam penyampaiannya, KH. Jaja Jaelani menegaskan bahwa halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi memiliki makna yang mendalam sebagai momentum untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari segala bentuk kesalahan.
"Halal bihalal harus kita jadikan sebagai sarana memperbaiki hubungan, menghapus dendam, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
KH. Jaja Jaelani juga menegaskan bahwa Dewan Masjid Indonesia (DMI) terus menggaungkan pesan penting untuk meramaikan dan memakmurkan masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat peradaban umat untuk menciptakan Masjid yang bermartabat.


