“Permukiman Padat Tanpa Perlindungan: Api Hanguskan Empat Rumah, Risiko yang Diabaikan?”


LUGAS | BITUNG — Kebakaran melanda permukiman padat di Kompleks Empang, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Jumat (17/4/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WITA itu menghanguskan empat unit rumah dan merusak satu rumah lainnya.

Api diduga pertama kali muncul dari salah satu kamar, sebelum menjalar cepat ke bangunan lain yang berdempetan.

Asap Tercium, Api Sudah Membesar

Berdasarkan keterangan saksi utama, Alce Walingkas (53), kejadian bermula saat ia berada di dalam kamar. Tiba-tiba, anak perempuannya, Villi, memanggil dan mengatakan mencium bau asap.

Mama, ada yang terbakar, bau asap ini,” ujar sang anak.

Mendengar itu, Alce langsung menuju dapur untuk memastikan, khawatir ada aktivitas memasak atau kompor yang lupa dimatikan. Namun dapur dalam kondisi normal—tidak ada api, tidak ada sumber asap.

Situasi berubah dalam hitungan detik.

Tak lama kemudian, anak mantunya yang berada di ruang tamu berteriak bahwa terjadi kebakaran di kamar depan yang ditempati Roi Lomboan.

Saat Alce melihat ke arah kamar tersebut, api sudah membesar.

Tanpa sempat menyelamatkan barang, ia bersama keluarganya langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Teriakan dari Kamar, Api Menyambar Rumah Sekitar

Keterangan lain datang dari Gea Karoho (18), warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi sumber api.

Sekitar pukul 15.30 WITA, ia mengaku mendengar teriakan dari kamar milik Roi Lomboan. Awalnya ia mengira hanya keributan biasa, namun beberapa saat kemudian terlihat asap dan kobaran api mulai keluar dari kamar tersebut.

Saat ia hendak masuk kembali ke rumah untuk menyelamatkan barang berharga, api sudah terlanjur membesar dan mulai merambat ke rumahnya.

Ia pun terpaksa menyelamatkan diri.

Empat Rumah Hangus, Satu Terdampak

Data sementara mencatat rumah yang terdampak sebagai berikut:

Rumah keluarga Lomboan–Malumbot (terbakar)

Rumah keluarga Alce Walingkas (terbakar)

Rumah keluarga Masahengke Katiandagho (terbakar)

Rumah keluarga Kalangit Katindagho (terbakar)

Rumah keluarga Lapulalang Pasang (terdampak sebagian)

Seluruh bangunan yang terbakar mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah.

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Masih Didata

Dalam peristiwa ini, tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Namun kerugian material masih dalam proses pendataan.

Warga yang terdampak kehilangan hampir seluruh harta benda karena tidak sempat menyelamatkan apa pun saat api membesar.

Api Dipadamkan Dua Jam, Penyebab Diselidiki

Tim Pemadam Kebakaran Kota Bitung mengerahkan tiga unit armada untuk memadamkan api. Kobaran baru dapat dikendalikan sekitar pukul 18.00 WITA.

Berdasarkan keterangan awal, sumber api diduga berasal dari kamar milik Roi Lomboan. Dugaan ini diperkuat oleh kesaksian warga yang melihat langsung munculnya asap dan api dari ruangan tersebut sebelum menjalar luas.

Permukiman Padat, Api Tak Terbendung

Kondisi rumah yang berdempetan serta material bangunan yang mudah terbakar menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.

Dalam waktu singkat, kobaran merambat dari satu titik ke beberapa rumah lain—tanpa memberi ruang bagi warga untuk bereaksi.

Peristiwa ini kembali menunjukkan kerentanan kawasan padat penduduk terhadap bencana kebakaran.

Dan seperti kejadian serupa sebelumnya, api datang cepat—

sementara upaya pencegahan dan mitigasi masih tertinggal.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1