LUGAS | BITUNG — Pemerintah Kota Bitung memilih jalur cepat pascagempa kuat yang mengguncang wilayah ini pada Kamis pagi, 2 April 2026. Di tengah kepanikan warga dan laporan kerusakan bangunan, pemerintah memastikan belum ada korban jiwa di wilayah Bitung. Namun, verifikasi lapangan masih berlangsung, sementara sejumlah fasilitas umum dan rumah warga dilaporkan mengalami retakan hingga kerusakan ringan.
Langkah tanggap darurat langsung digerakkan. Tim gabungan disebar untuk menyisir titik-titik terdampak, memastikan keamanan struktur bangunan, sekaligus membantu warga yang masih bertahan di ruang terbuka. Di saat yang sama, pemerintah daerah mengambil kebijakan cepat dengan memulangkan aparatur sipil negara lebih awal dan memberlakukan skema kerja dari rumah guna meminimalkan risiko lanjutan. Sumber di lapangan menyebutkan, fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada korban tersembunyi serta mencegah potensi dampak susulan, termasuk ancaman di wilayah pesisir.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, meminta warga tetap tenang namun tidak lengah. “Kami minta masyarakat tetap waspada, segera menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, dan melaporkan setiap dampak yang ditemukan di lingkungan masing-masing,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya disiplin mengikuti informasi resmi pemerintah di tengah situasi yang masih dinamis, terutama terkait potensi risiko lanjutan akibat gempa.
