Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter dan merendam akses lingkungan warga. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai terus berulang tanpa adanya penanganan permanen terhadap sistem aliran air di kawasan tersebut.
Seorang warga Perumahan GSP yang tak ingin disebutkan namanya menyampaikan harapan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kami mohon agar secepatnya diupayakan penanganan aliran air supaya tidak terjadi banjir yang lebih besar lagi. Dari beberapa tahun lalu belum ada tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan ini,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Lurah Agrowisata, Zulken, SP., menyatakan bahwa pihaknya telah meneruskan informasi dan laporan kondisi banjir kepada pemerintah kecamatan untuk ditindaklanjuti.
“Sudah kami informasikan dan laporkan ke camat. Mudah-mudahan segera ada solusi,” ujar Zulken kepada media ketika meninjau lokasi terdampak.
![]() |
| Lurah Agrowisata Zulken, SP., saat mengunjungi lokasi banjir. |
Banjir yang terjadi kembali menyoroti pentingnya pembenahan sistem drainase dan tata kelola lingkungan di kawasan permukiman yang rawan terdampak genangan saat intensitas hujan tinggi.
Warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk normalisasi saluran air maupun pembangunan infrastruktur pendukung, agar persoalan banjir tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran drainase guna meminimalkan hambatan aliran air saat musim hujan berlangsung.

