Belajar Menjemput Jodoh yang Berkah di Tepi Danau



LUGAS | BATANG HARI — Angin semilir dari kawasan Danau Aek Meliuk, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, membuat suasana pembekalan program Usia Nikah Mandiri (USMAN), Minggu (24/5/2026), terasa berbeda. Tidak ada ruang kelas formal. Puluhan muda-mudi justru duduk bersila di atas terpal, di bawah rindangnya pohon kelapa, sambil mendengarkan materi tentang kehidupan rumah tangga dan proses mencari pasangan hidup.

Kegiatan yang digelar LDII Kabupaten Batang Hari itu diikuti peserta berusia 17 tahun hingga usia siap nikah. Konsep ruang terbuka dipilih agar suasana pembinaan terasa lebih santai, akrab, dan dekat dengan keseharian anak muda.

 


Dewan Penasehat LDII Kabupaten Batang Hari, H. Ngadiman, mengatakan bahwa kesiapan menikah bukan hanya soal usia, tetapi juga kesiapan mental dan tanggung jawab.

“Menikah itu bukan sekadar siap umur. Yang penting juga kesiapan ilmu, akhlak, dan tanggung jawab untuk membangun keluarga,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menekankan pentingnya membekali diri dengan pemahaman agama, karakter yang baik, serta kemampuan mandiri sebelum memutuskan membangun rumah tangga.

Menurut Ngadiman, generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu membangun keluarga harmonis dan penuh keberkahan.




Sementara itu, perwakilan Tim Pembinaan Keluarga Bahagia LDII Kabupaten Batang Hari, H. Budiluhur, mengingatkan peserta agar menjalani proses mencari pasangan dengan cara yang santun dan sesuai tuntunan agama.

“Perbaiki diri dulu, jaga akhlak, dan perkuat ibadah. Dari situ, proses mencari pasangan akan lebih terarah,” katanya.

Ia juga mengajak peserta memahami bahwa proses taaruf bukan sekadar perkenalan biasa, melainkan bagian dari upaya membangun hubungan yang sehat dan bertanggung jawab.

Memasuki sesi akhir, suasana semakin cair ketika peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil campuran putra dan putri. Didampingi panitia, mereka saling berbincang sambil menikmati hidangan ayam bakar yang telah disiapkan sejak pagi.

Momen itu menjadi ruang “ice breaking” bagi peserta untuk saling mengenal karakter, latar belakang, hingga pandangan tentang kehidupan rumah tangga.

Tawa kecil sesekali terdengar di sela percakapan. Namun suasana tetap terjaga tertib dan sopan.

Melalui kegiatan USMAN ini, LDII Kabupaten Batang Hari ingin menghadirkan ruang pembinaan yang dekat dengan generasi muda. Tidak hanya membahas kesiapan menikah secara administratif, tetapi juga membentuk kesiapan emosional, spiritual, dan sosial.

Harapannya, para peserta kelak mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.



Laporan: Romli | Editor: Mahar Prastowo
 

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1