LUGAS | BITUNG – Hengky Honandar membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM “Sejahtera” Pelabuhan Bitung Tahun Buku 2025 yang digelar Selasa, 26 Mei 2026. Forum tahunan yang menjadi ruang evaluasi kinerja pengurus koperasi itu berlangsung di tengah sorotan terhadap tata kelola sektor tenaga kerja bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Sejumlah pengurus koperasi, anggota TKBM, unsur pemerintah daerah, hingga perwakilan tenaga kerja bongkar muat tampak menghadiri agenda yang disebut sebagai forum tertinggi dalam organisasi koperasi tersebut.
Sekretaris TKBM Sejahtera, Abdul Gani Puhi, dalam laporannya menegaskan pelaksanaan RAT merupakan amanat konstitusi koperasi sekaligus instrumen pengawasan terhadap jalannya organisasi selama satu tahun buku.
“Rapat anggota tahunan wajib dilaksanakan oleh pengurus koperasi sebagaimana amanah konstitusi guna memberikan penilaian terhadap kinerja pengurus dan pengawas selama satu tahun,” ujar Abdul Gani.
Ia menjelaskan, forum tersebut memberi ruang bagi anggota untuk menyampaikan pendapat, masukan, hingga evaluasi terhadap pengelolaan koperasi. Menurut dia, koperasi TKBM Sejahtera saat ini menaungi 34 unit kerja yang melayani kepentingan sekitar 1.020 anggota, dengan dukungan 17 tenaga bantu operasional.
Dalam paparannya, Abdul Gani juga menyinggung dasar hukum pelaksanaan RAT yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.
“Tujuan RAT bukan sekadar agenda formal tahunan, tetapi menetapkan kebijakan strategis untuk meningkatkan kinerja koperasi, sekaligus meminta dan menetapkan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas,” katanya.
Di hadapan peserta rapat, ia berharap keberadaan koperasi tenaga kerja bongkar muat dapat terus memberi dampak ekonomi nyata bagi anggota di tengah tantangan sektor kepelabuhanan yang terus berkembang.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, perlindungan tenaga kerja, serta menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan koperasi.
Menurut Hengky, koperasi tidak boleh hanya menjadi lembaga administratif, tetapi harus mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan anggota, khususnya para pekerja bongkar muat yang menjadi denyut aktivitas ekonomi pelabuhan.
“Peningkatan kapasitas, kesejahteraan serta perlindungan anggota harus terus dijaga dengan semangat kebersamaan dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Hengky.
Ia juga mengingatkan agar pengurus koperasi menjaga transparansi serta profesionalisme dalam pengelolaan organisasi, mengingat besarnya tanggung jawab terhadap ribuan pekerja yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pelabuhan.
Menutup sambutannya, Hengky secara resmi membuka pelaksanaan RAT Koperasi TKBM Sejahtera Pelabuhan Bitung Tahun Buku 2025.
“Rapat Anggota Tahunan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Bitung Tahun 2025–2026, secara resmi kami nyatakan dibuka,” katanya disambut tepuk tangan peserta rapat.
RAT kali ini dipandang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Di tengah dinamika aktivitas Pelabuhan Bitung yang terus berkembang sebagai salah satu simpul logistik di kawasan timur Indonesia, keberadaan koperasi TKBM dinilai memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas tenaga kerja sekaligus memastikan kesejahteraan buruh pelabuhan tetap menjadi perhatian utama.


