Dini Hari di Girian: Tawuran Gagal, Dua Remaja Diamankan—Alarm Pengawasan Orang Tua Kembali Nyaring


LUGAS | BITUNG, 2 Mei 2026 — Dini hari yang biasanya sunyi di Kampung Loyang, Kelurahan Girian Atas, justru diwarnai potensi benturan antar kelompok remaja. Laporan warga tentang rencana tawuran memicu respons cepat aparat. Tim Tarsius dari Polres Bitung bergerak senyap, menyisir titik rawan, dan mendapati dua remaja berinisial D (16) dan N (17) di wilayah Girian Weru Dua. Dari tangan keduanya, petugas menyita busur dan pelontar panah wayer—alat yang kerap muncul dalam eskalasi kekerasan jalanan di sejumlah titik kota pelabuhan ini.

Operasi yang dipimpin AIPDA Angky Koagow itu menghentikan potensi benturan sebelum membesar. Namun, peristiwa ini membuka kembali lapisan persoalan yang lebih dalam: ruang kosong pengawasan terhadap pergaulan remaja pada jam-jam rawan. Kasat Reskrim, Ahmad Anugrah, menegaskan penegakan hukum tetap berjalan, tetapi pendekatan pembinaan diutamakan karena keduanya masih berstatus pelajar. “Kami bertindak untuk melindungi masyarakat sekaligus menyelamatkan masa depan anak-anak ini,” ujarnya. 

Di sisi lain, kepolisian menyoroti peran orang tua sebagai garis pertahanan pertama—mengawasi aktivitas malam, mengenali lingkar pergaulan, dan membangun komunikasi yang tidak reaktif. Tanpa itu, intervensi aparat hanya menjadi langkah pemadam, bukan pencegah. Kini, kedua remaja beserta barang bukti diamankan untuk proses lanjutan, sementara aparat mengajak warga memperkuat kontrol sosial di tingkat keluarga dan lingkungan.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1