LDII Batang Hari Salurkan 1.000 Paket Daging Kurban, Gotong Royong Warga Menguatkan Kepedulian Sosial

 


LUGAS | BATANG HARI — Sejak pagi, aktivitas warga tampak ramai di sejumlah titik pelaksanaan kurban milik LDII Kabupaten Batang Hari. Sebagian menyiapkan peralatan, sebagian lain mengatur pembagian tugas. Di sudut berbeda, warga menimbang daging sebelum dikemas untuk dibagikan kepada masyarakat. Suasana Iduladha tak hanya menghadirkan ibadah, tetapi juga memperlihatkan kerja bersama yang tumbuh dari kepedulian sosial.

Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, warga LDII Kabupaten Batang Hari melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara serentak dengan total 17 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 paket daging kurban didistribusikan kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Pelaksanaan penyembelihan berlangsung tertib dan melibatkan partisipasi banyak warga. Mulai dari persiapan tempat, proses penyembelihan, pencacahan, hingga pendistribusian daging dilakukan secara gotong royong.

Bagi sebagian masyarakat, pembagian daging kurban mungkin menjadi rutinitas tahunan. Namun di balik itu, terdapat proses pendidikan sosial yang berlangsung: membangun rasa kebersamaan, kepedulian, serta kebiasaan bekerja untuk kepentingan bersama.

Ketua DPD LDII Kabupaten Batang Hari, Yajid Munadi, mengatakan ibadah kurban memiliki makna lebih luas dibanding sekadar penyembelihan hewan. Menurut dia, Iduladha menjadi momentum untuk menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.

“Momentum Iduladha mengajarkan keikhlasan, ketaatan, dan semangat berbagi. Melalui kurban, warga dilatih untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Yajid.

Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan pembinaan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan LDII melalui enam tabiat luhur, yakni rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, serta hidup hemat dan efisien.

Dalam konteks kehidupan sosial, pelaksanaan kurban juga dipandang sebagai ruang mempererat hubungan antarmasyarakat. Pembagian ribuan paket daging kepada warga sekitar menjadi bentuk kepedulian sekaligus penguatan silaturahmi.

Sejumlah penerima manfaat menyambut pembagian daging dengan antusias. Kehadiran kurban bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan sesaat, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan kebersamaan di tengah lingkungan sosial.

Yajid berharap semangat berkurban terus tumbuh sebagai budaya berbagi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian melalui kurban dapat terus terjaga, sehingga memberi manfaat bagi sesama dan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT,” katanya.

Di tengah perubahan sosial yang kian cepat, tradisi kurban masih menyisakan ruang bagi nilai-nilai lama yang tetap relevan: gotong royong, empati, dan kesediaan berbagi. Nilai-nilai itu pula yang membuat Iduladha tidak berhenti sebagai ritual, melainkan hadir sebagai pengikat hubungan antarmanusia.



Laporan: Romli | Editor: Mahar Prastowo 

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1