LUGAS | KLATEN — Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum mempererat kepedulian sosial dan kebersamaan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Kabupaten Klaten. Tahun ini, warga LDII berhasil menghimpun 1.737 hewan kurban yang terdiri atas 838 ekor sapi dan 899 ekor kambing untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat.
Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, H. Sigit Winoto, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan tumbuhnya semangat beribadah sekaligus kepedulian sosial warga di berbagai tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
“Alhamdulillah, pada Idul Adha tahun ini jumlah hewan kurban meningkat. Dari seluruh PAC, PC, hingga DPD terkumpul 838 sapi dan 899 kambing,” ujar Sigit, Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, capaian itu tidak hanya menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam berkurban, tetapi juga memperlihatkan kekompakan organisasi dalam mengelola kegiatan sosial berskala besar. Mulai dari pengumpulan dana, perawatan hewan, proses penyembelihan, hingga distribusi daging dilakukan secara gotong royong oleh warga dan relawan.
Pelaksanaan penyembelihan berlangsung di berbagai titik di wilayah Kabupaten Klaten dengan menerapkan tata kelola dan standar kebersihan yang baik. Daging kurban kemudian dikemas dan dibagikan kepada masyarakat sekitar, warga kurang mampu, tokoh masyarakat, aparat pemerintahan, hingga berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.
Distribusi yang dilakukan secara merata itu diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.
Mengusung tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, LDII Klaten memaknai Idul Adha bukan sekadar pelaksanaan ibadah ritual tahunan, melainkan juga sarana menumbuhkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan empati sosial.
“Semangat berkurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami ingin keberadaan LDII benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Sigit.
Partisipasi aktif warga dalam seluruh rangkaian kegiatan juga dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kapasitas organisasi di tingkat lokal. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengelolaan kurban dinilai mampu menumbuhkan budaya gotong royong sekaligus mempererat hubungan antarsesama warga.
LDII Klaten berharap peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya solidaritas sosial yang lebih luas di tengah masyarakat. Ke depan, organisasi tersebut juga berencana melakukan evaluasi pelaksanaan agar distribusi daging kurban semakin efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Di tengah dinamika kehidupan sosial masyarakat, tradisi kurban tidak hanya menghadirkan makna spiritual, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Dari halaman-halaman masjid hingga lingkungan perkampungan di Klaten, semangat berbagi itu hadir dalam bentuk nyata: daging kurban yang dibagikan, kerja bersama para relawan, dan harapan agar tidak ada warga yang merasa sendiri saat hari raya tiba.
Laporan: Sugiarto| Editor: Mahar Prastowo
