Pelantikan Pengurus Senkom Minsel: Janji Sinergi Tak Boleh Sekadar Seremoni

 



LUGAS | MINAHASA SELATAN — Aula Sekretariat Senkom di Torout, Minahasa Selatan, menjadi saksi pelantikan pengurus Senkom Mitra Polri Kabupaten Minahasa Selatan periode 2026–2031. Seremoni berlangsung khidmat. Namun, di balik formalitas pelantikan, terselip harapan sekaligus tantangan: sejauh mana organisasi ini benar-benar mampu menjaga stabilitas keamanan masyarakat di lapangan.

Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Sulawesi Utara, M. Amin Muslim, S. Kom., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengurus baru tidak boleh berhenti pada euforia jabatan. Ia mendorong agar langkah awal segera difokuskan pada penyusunan program kerja lima tahun ke depan yang konkret dan terukur.

“Sinergitas adalah kunci. Tanpa itu, program hanya akan menjadi dokumen. Kami berharap pengurus yang baru dilantik mampu membangun koordinasi aktif dengan kepolisian dan pemerintah daerah, khususnya di Minahasa Selatan,” ujar Muslim.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan Senkom tidak boleh sekadar simbol kemitraan, melainkan harus berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas).

“Amanah ini harus dijaga. Kalau tidak memberi manfaat nyata, kepercayaan publik bisa luntur. Senkom harus hadir sebagai solusi, bukan pelengkap,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua terpilih Senkom Mitra Polri Kabupaten Minahasa Selatan periode 2026–2031, Khoirul Anam, menyadari beban tanggung jawab yang kini berada di pundaknya. Dalam pernyataannya, ia berjanji akan mengedepankan kerja kolektif dan penguatan internal organisasi.

“Kami akan mengutamakan sinergitas dalam menyusun dan menjalankan program kerja 2026–2031. Tidak ada ruang untuk berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terkoordinasi,” kata Khoirul.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai instansi di tingkat kabupaten, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah.

“Kami berharap dapat bersinergi dengan seluruh instansi di Minahasa Selatan. Tujuannya jelas: menghadirkan manfaat yang nyata, yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi kerja nyata yang berdampak,” ujarnya.

Lebih jauh, Khoirul menyebut bahwa orientasi utama kepengurusannya adalah menghadirkan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, sekaligus menjaga nama baik organisasi.

“Kami ingin membawa nama Senkom Mitra Polri sebagai organisasi yang memberi manfaat dan keberkahan bagi masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga kamtibmas,” tegasnya.

Pelantikan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya periode baru bagi Senkom Mitra Polri di Minahasa Selatan. Namun, pekerjaan sesungguhnya justru baru dimulai. Publik kini menunggu, apakah komitmen sinergitas yang digaungkan akan benar-benar terwujud, atau kembali terjebak dalam rutinitas organisasi tanpa dampak yang berarti.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1