LUGAS | Klaten - Pesilat PERSINAS ASAD Jawa Tengah mengikuti kegiatan Latihan Ilmu Seni Bela Diri yang diselenggarakan pada 30-31 Mei 2026 di Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, anggota Lembaga Bela Diri (Lembedir) Jawa Tengah, serta sejumlah pengurus dan peserta dari berbagai daerah. Turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut sesepuh PERSINAS ASAD, Mbah Walijo, yang menjadi sosok panutan bagi para pesilat dalam menjaga nilai-nilai luhur pencak silat dan kebersamaan dalam organisasi.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, mengatakan latihan bersama ini menjadi sarana pembinaan atlet sekaligus penguatan karakter pesilat melalui penguasaan teknik, disiplin, dan nilai-nilai luhur pencak silat.
"Latihan bersama ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga membangun mental, sportivitas, persaudaraan, serta akhlak yang baik di kalangan pesilat," kata Sutiyono.
Menurut dia, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.
Sementara itu, panitia kegiatan menyampaikan bahwa latihan bersama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas teknik para pesilat sekaligus mempererat silaturahim antaranggota PERSINAS ASAD dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan rutin organisasi untuk meningkatkan kemampuan atlet sekaligus menjaga kekompakan dan persaudaraan antaranggota," ujar panitia.
Selain latihan teknik dan penguatan fisik, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai ke-ASAD-an, kedisiplinan, dan etika pesilat dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran Mbah Walijo juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta untuk terus menjaga tradisi, akhlak, dan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas PERSINAS ASAD.
Melalui kegiatan tersebut, PERSINAS ASAD Jawa Tengah berharap dapat terus melahirkan atlet-atlet yang berprestasi serta menjadi generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (Humas ASAD Jateng)
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, anggota Lembaga Bela Diri (Lembedir) Jawa Tengah, serta sejumlah pengurus dan peserta dari berbagai daerah. Turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut sesepuh PERSINAS ASAD, Mbah Walijo, yang menjadi sosok panutan bagi para pesilat dalam menjaga nilai-nilai luhur pencak silat dan kebersamaan dalam organisasi.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, mengatakan latihan bersama ini menjadi sarana pembinaan atlet sekaligus penguatan karakter pesilat melalui penguasaan teknik, disiplin, dan nilai-nilai luhur pencak silat.
"Latihan bersama ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga membangun mental, sportivitas, persaudaraan, serta akhlak yang baik di kalangan pesilat," kata Sutiyono.
Menurut dia, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.
Sementara itu, panitia kegiatan menyampaikan bahwa latihan bersama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas teknik para pesilat sekaligus mempererat silaturahim antaranggota PERSINAS ASAD dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan rutin organisasi untuk meningkatkan kemampuan atlet sekaligus menjaga kekompakan dan persaudaraan antaranggota," ujar panitia.
Selain latihan teknik dan penguatan fisik, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai ke-ASAD-an, kedisiplinan, dan etika pesilat dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran Mbah Walijo juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta untuk terus menjaga tradisi, akhlak, dan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas PERSINAS ASAD.
Melalui kegiatan tersebut, PERSINAS ASAD Jawa Tengah berharap dapat terus melahirkan atlet-atlet yang berprestasi serta menjadi generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (Humas ASAD Jateng)