Tak Menunda Hak Rakyat Penyaluran Bantuan Pangan di Girian Indah Jadi Contoh Pelayanan Cepat bagi Warga Prasejahtera





LUGAS | BITUNG — Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok yang terus meningkat, langkah cepat Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, dalam menyalurkan bantuan pangan pemerintah mendapat perhatian warga.

Bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai disalurkan sejak Jumat (29/05/2026). Program tersebut merupakan bantuan pangan pemerintah hasil kolaborasi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Sosial, dan Perum Bulog untuk masyarakat prasejahtera yang telah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pantauan di Kantor Kelurahan Girian Indah, warga penerima bantuan terlihat berdatangan sejak pagi. Aparat kelurahan bersama petugas penyalur tampak sibuk mengatur proses distribusi agar berjalan tertib dan tepat sasaran.
Yang menarik, proses penyaluran tidak berhenti hingga sore hari. Bahkan sampai malam, bantuan pangan masih terus dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.

Lurah Girian Indah, Sutoyo Usman, S.Sos., terlihat turun langsung memantau jalannya distribusi bantuan. Ia memilih mempercepat penyaluran agar bantuan yang sudah tiba di kelurahan bisa segera diterima masyarakat.
“Penyaluran ini kami upayakan berjalan tertib dan tepat sasaran sesuai data penerima yang sudah diverifikasi,” ujar Sutoyo di sela kegiatan.

Langkah tersebut dinilai berbeda dengan kondisi di sejumlah wilayah lain yang memilih menunda penyaluran bantuan meski logistik telah tersedia di kantor kelurahan.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, bantuan pangan bukan sekadar program administratif pemerintah. Beras dan minyak goreng menjadi kebutuhan pokok yang sangat menentukan keberlangsungan ekonomi rumah tangga sehari-hari.

Karena itu, percepatan distribusi bantuan dinilai penting agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu hak mereka diterima.
Setiap KPM menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng sebagai alokasi dua bulan penyaluran. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan dampak kenaikan harga pangan.

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya bantuan tersebut, terlebih harga bahan pokok masih relatif tinggi di pasaran.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar memastikan data kependudukan dan status DTKS tetap aktif melalui kantor kelurahan maupun dinas sosial setempat agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1