LUGAS | Klaten, 1 Mei 2026 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur Kampus 2 Jambukulon, Kecamatan Ceper. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan santri terhadap potensi bencana kebakaran.
Program bertema “Mewujudkan Pesantren Tangguh dan Aman dari Bencana Api” tersebut diikuti puluhan santri, pengurus pondok, serta masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Ceper.
Pondok Pesantren An-Nur Kampus 2 Jambukulon diketahui berada di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Klaten dan aktif dalam pembinaan generasi muda berbasis keagamaan serta penguatan karakter.
Wakil Ketua PC LDII Kecamatan Ceper, Rida Kusardianto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap aspek keselamatan di lingkungan pendidikan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan bekal nyata kepada para santri dalam menghadapi situasi darurat. Harapannya, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap bertindak ketika terjadi kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Damkar Klaten, Sujud Almustakim, menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya di lingkungan dengan aktivitas tinggi seperti pesantren.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun kesadaran sekaligus keterampilan dasar, seperti penggunaan APAR dan langkah evakuasi yang tepat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari penyebab kebakaran, langkah pencegahan, hingga praktik langsung pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Simulasi dilakukan secara interaktif untuk memberikan pengalaman nyata kepada para santri.
Sujud Almustakim juga menjelaskan bahwa tugas Damkar tidak hanya sebatas pemadaman api. Petugas juga menjalankan fungsi penyelamatan (rescue) dan evakuasi korban bencana, penanganan hewan berbahaya, hingga membantu kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Damkar berperan dalam pencegahan melalui inspeksi bangunan dan edukasi masyarakat, penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3), serta pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan relawan pemadam kebakaran.
Ketua Pondok An-Nur Kampus 2 Jambukulon, Sri Widodo, mengapresiasi sinergi antara LDII dan Damkar dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena sangat bermanfaat bagi santri. Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesiapan dan kedisiplinan dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
DPD LDII Klaten menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan institusi pendidikan.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan pesantren yang lebih aman, sigap, dan mampu meminimalisir risiko kebakaran di masa mendatang. (Lines Klaten)