LUGAS | Bitung – BPPP Tandurusa FC memastikan langkah ke babak berikutnya setelah menaklukkan RR United melalui drama adu penalti dengan skor 9-8, usai kedua tim bermain imbang 2-2 dalam waktu normal pada pertandingan YouthKampis Cup VI 2026, Rabu (10/6/2026).
Sejak menit awal, kedua kesebelasan langsung memperagakan permainan menyerang. RR United membuka keunggulan cepat pada menit ke-5 melalui Daniel Hendatu (10) yang berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang serta miskomunikasi pemain bertahan dan penjaga gawang BPPP Tandurusa FC.
Tertinggal satu gol membuat BPPP Tandurusa FC meningkatkan tekanan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-38 ketika Alfian Arfarid (11) sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sekaligus menutup babak pertama dengan skor imbang.
Memasuki babak kedua, RR United kembali unggul pada menit ke-54. Marko Wanggay (17) berhasil memaksimalkan peluang yang diperolehnya untuk membawa timnya memimpin 2-1.
Namun keunggulan itu hanya bertahan sepuluh menit. Pada menit ke-64, kemelut di depan gawang RR United berhasil dimanfaatkan Dodi Alekvan Djin (26) yang menyambar bola liar dan mengubah skor menjadi 2-2.
Pertandingan yang berlangsung dalam tensi tinggi itu sempat diwarnai insiden kontroversial ketika RR United mencetak gol pada babak kedua. Namun, gol tersebut dianulir oleh perangkat pertandingan karena pemain yang menerima umpan dinilai telah berada dalam posisi offside. Keputusan yang diambil asisten wasit II itu langsung memicu protes keras dari pemain, pelatih, dan ofisial RR United yang menilai gol tersebut sah.
Ketegangan di lapangan kemudian merembet ke tribun penonton. Sejumlah pendukung RR United meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut sehingga sempat terjadi kericuhan dan adu argumentasi di area tribun. Situasi sempat memanas, namun tidak berlangsung lama setelah tim pengamanan gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, serta panitia pelaksana YouthKampis Cup VI 2026 bergerak cepat melakukan pengamanan dan pendekatan persuasif kepada para suporter.
Berkat kesigapan aparat keamanan dan panitia, situasi berhasil dikendalikan sehingga pertandingan dapat kembali berlangsung dengan aman hingga selesai. Sementara itu, wasit Riki Timbuleng bersama Asisten Wasit I Ifan dan Asisten Wasit II Cristian Turambi tetap berpegang pada keputusan yang telah diambil sesuai hasil pengamatan perangkat pertandingan di lapangan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tidak berubah. Pertandingan pun harus ditentukan melalui babak adu penalti yang berlangsung menegangkan.
Dalam drama tos-tosan yang panjang, kedua tim saling menunjukkan mentalitas tinggi. Namun keberuntungan akhirnya berpihak kepada BPPP Tandurusa FC setelah penendang RR United gagal menuntaskan tugasnya. Penyelamatan krusial kiper BPPP Tandurusa FC Lukman (23) memastikan kemenangan timnya dengan skor adu penalti 9-8.
Kemenangan tersebut disambut meriah oleh pemain, ofisial, dan pendukung BPPP Tandurusa FC yang sukses mengakhiri perlawanan sengit RR United dalam salah satu pertandingan paling menarik dan dramatis pada Kampus Cup VI 2026. Selain menghadirkan empat gol dan adu penalti yang mendebarkan, laga ini juga menjadi bukti bahwa emosi tinggi dalam sepak bola tetap dapat dikelola dengan baik melalui sportivitas pemain dan kesiapsiagaan aparat keamanan.
