DPD PRO RI DKI Jakarta dan PKBM Kaisyah Smart Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis AI dan Robotika

 

LUGAS | Jakarta - Di tengah derasnya arus transformasi digital, dunia pendidikan dituntut bergerak lebih cepat daripada sekadar mengikuti perubahan. Pendidikan tidak lagi cukup berorientasi pada pencapaian ijazah, melainkan harus mampu menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi relevan untuk menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi.

Semangat itulah yang kini menjadi fondasi transformasi PKBM Kaisyah Smart. Lembaga pendidikan nonformal yang selama ini dikenal sebagai penyelenggara pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C tersebut mulai bertransformasi menjadi pusat pengembangan kompetensi masa depan berbasis digitalisasi, otomatisasi dan teknologi.

Melalui pendekatan baru, PKBM Kaisyah Smart tidak hanya memberikan akses pendidikan formal kesetaraan yang diakui negara, tetapi juga membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era modern. Mulai dari penguasaan AI Tools, desain grafis, web development, digital marketing, robotika hingga penguatan karakter dan persiapan memasuki dunia kerja maupun perguruan tinggi.

Transformasi tersebut mendapat dukungan dari DPD Pusat Robotika Rakyat Indonesia (PRO RI) DKI Jakarta yang melihat pendidikan sebagai pintu utama dalam membangun kemandirian teknologi bangsa.

Ketua DPD PRO RI DKI Jakarta, Dedy Prihatin, menilai perubahan yang dilakukan PKBM Kaisyah Smart menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan nonformal mampu menjawab tantangan zaman sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

"Pendidikan hari ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. Yang lebih penting adalah membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja masa depan," ujar Dedy Prihatin.

Menurut Dedy, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat telah mengubah cara manusia belajar, bekerja dan berinteraksi. Karena itu lembaga pendidikan harus mampu menghadirkan model pembelajaran yang adaptif agar peserta didik tidak tertinggal oleh perubahan.

Di sinilah kolaborasi antara PRO RI dan PKBM Kaisyah Smart menemukan relevansinya. Keduanya memiliki visi yang sama, yakni menghadirkan pendidikan yang inklusif sekaligus mampu menyiapkan generasi yang menguasai teknologi.

Sebagai organisasi yang fokus pada pengembangan robotika, coding dan kecerdasan buatan, PRO RI mendorong agar teknologi tidak hanya menjadi milik kalangan tertentu, tetapi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

"PRO RI hadir untuk memastikan teknologi tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Robotika, AI, coding dan keterampilan digital harus menjadi bagian dari pendidikan rakyat sehingga anak-anak Indonesia memiliki daya saing global," kata Dedy.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekosistem pembelajaran yang lebih modern dengan memasukkan berbagai materi keterampilan masa depan ke dalam proses pendidikan. Peserta didik tidak hanya belajar untuk memperoleh ijazah, tetapi juga dibekali kemampuan praktis yang dapat digunakan untuk bekerja, berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bagi banyak peserta didik, model pendidikan seperti ini menjadi peluang baru untuk mengejar ketertinggalan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Di era ketika kemampuan digital menjadi salah satu syarat utama dalam dunia kerja, penguasaan teknologi menjadi nilai tambah yang sangat penting.

Lebih jauh, Dedy menilai pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, lembaga seperti PKBM dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.

"Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu kami mendukung penuh transformasi PKBM Kaisyah Smart sebagai pusat pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membangun keterampilan nyata untuk menghadapi era teknologi," tegasnya.

Transformasi PKBM Kaisyah Smart juga sejalan dengan semangat nasional untuk mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan yang mengintegrasikan teknologi, robotika, AI dan penguatan karakter, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cakap secara akademik tetapi juga kreatif, inovatif dan siap bersaing di tingkat global.

Di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat, langkah PKBM Kaisyah Smart bersama DPD PRO RI DKI Jakarta menjadi gambaran bahwa pendidikan masa depan bukan sekadar soal kelulusan sekolah. Pendidikan adalah tentang membangun kompetensi, menumbuhkan kepercayaan diri dan menciptakan generasi yang mampu menjadi pelaku utama dalam perkembangan teknologi bangsa.

Dengan semangat "Robotika untuk Indonesia Maju", kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta baru yang menguasai teknologi, memiliki karakter kuat serta siap menjadi bagian dari pembangunan Indonesia yang maju, mandiri dan berdaulat secara teknologi menuju Indonesia Emas 2045. (TM-PRO RI)



Reporter : Aziz NR
Editor    :  Parthomy Oktora


0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1