Jaga Jakarta On The Spot Polsek Makasar: Menjaga Kampung dari Ancaman yang Tak Selalu Terlihat

Kapolsek Makasar Kompol Sumardi bersama LMK, Ketua RW, Para Ketua RT se-RW 05 dan FKDM Kebon Pala.



LUGAS | Makasar, Jakarta Timur — Sabtu (20/06/2026) malam di RW 05 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, terasa berbeda. Di tengah suasana perkampungan yang sederhana, warga berkumpul bersama aparat kepolisian dalam kegiatan "Jaga Jakarta On The Spot untuk Indonesia", sebuah forum dialog yang menghadirkan Kapolsek Makasar Kompol Sumardi beserta jajarannya untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran kolektif menjaga keamanan lingkungan.

Bagi Kompol Sumardi, keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama antara aparat dan warga. Karena itu, ia mengapresiasi kehadiran masyarakat yang meluangkan waktu untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu dalam kegiatan Jaga Jakarta. Lingkungan yang aman lahir dari kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya," ujar Sumardi.

Ia mengingatkan bahwa berbagai bentuk kejahatan kini berkembang dengan modus yang semakin sulit dikenali. Penipuan transaksi daring, pembelian tiket perjalanan, hingga penawaran paket umrah dengan diskon besar menjadi beberapa modus yang perlu diwaspadai masyarakat.

"Warga harus lebih berhati-hati. Jangan mudah tergiur harga murah atau promosi yang tidak masuk akal. Pastikan melakukan transaksi kepada pihak yang resmi dan bertanggung jawab," katanya.

Menjelang masa libur sekolah, Sumardi juga mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

"Kalau sudah larut malam, orang tua harus mengetahui keberadaan anak-anaknya. Jangan sampai mereka terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan," ujarnya.

Selain itu, Kapolsek mengingatkan pentingnya pengurusan izin apabila masyarakat menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan keramaian guna mengantisipasi berbagai risiko keamanan.

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Makasar AKP Subandi menegaskan kesiapan kepolisian untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kami siap membantu apabila warga membutuhkan pengamanan atau bantuan terkait kondisi lingkungan. Kami juga berharap para ketua RT dan RW terus mengingatkan warganya untuk menjaga keamanan bersama," katanya.

Dalam forum tersebut, Ketua RW 05 Tulus menyampaikan gambaran kondisi wilayahnya yang masih berjuang keluar dari stigma kawasan kumuh dan miskin. Menurut dia, berbagai program pemberdayaan dan pembangunan lingkungan terus diupayakan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kami ingin mengubah kondisi itu menjadi lebih baik. Warga bersama pengurus terus berupaya keluar dari zona kumuh dan miskin," ujarnya.

Meski demikian, Tulus mengungkapkan bahwa kondisi keamanan di RW 05 relatif kondusif. Namun, ia mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat setelah beberapa kasus kematian warga tidak segera diketahui karena minimnya interaksi lingkungan.

Ia juga mengingatkan warga untuk lebih peduli terhadap keberadaan pendatang baru dan orang asing yang tinggal di lingkungan sekitar agar pendataan administrasi berjalan baik.

Perhatian lain yang mengemuka adalah perubahan modus peredaran narkotika yang kini memanfaatkan transaksi daring dan sistem cash on delivery (COD). Karena itu, kewaspadaan warga dinilai semakin penting.

Di sisi lain, Karang Taruna RW 05 telah menyiapkan berbagai kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga. RW 05 juga tengah mendorong program penataan kawasan melalui dukungan pemerintah, termasuk usulan kepada Kementerian PUPR untuk penanganan kawasan kumuh.

Persoalan lingkungan hidup turut menjadi perhatian. Tulus mengimbau warga mulai memilah sampah rumah tangga sejak dari sumber mengingat kapasitas pengelolaan sampah Jakarta yang semakin terbatas.

Dialog malam itu juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Dani, pengurus RT 01, menanyakan tentang keberadaan aliran sungai kecil yang pernah diduga dimanfaatkan sebagai jalur pembuangan barang terkait narkotika. Ia juga mengeluhkan aktivitas parkir sebuah toko yang kerap memakan sebagian badan jalan dan mengganggu akses warga.

Sementara itu, pengurus RT 12 menyampaikan keprihatinan terhadap perilaku sebagian anak-anak yang mulai terbiasa menggunakan bahasa kasar dan tidak sopan dalam pergaulan sehari-hari.

Ketua RT 04 juga mengangkat persoalan warga yang kerap menemukan orang dalam kondisi mabuk tidur di area lingkungan permukiman sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

Berbagai pertanyaan tersebut menjadi bahan diskusi bersama antara warga dan aparat kepolisian untuk mencari solusi yang mengedepankan pendekatan persuasif, hukum, serta kepedulian sosial.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot malam itu menunjukkan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Ia berawal dari kesediaan warga untuk saling mengenal, saling mengingatkan, dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan yang muncul di sekitar mereka.

Di tengah kompleksitas perkotaan, forum semacam ini menjadi pengingat bahwa keamanan adalah hasil gotong royong. Ketika warga, pengurus lingkungan, dan aparat berjalan bersama, kampung bukan hanya menjadi tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang aman, nyaman, dan layak bagi semua.



Laporan: Muhammad Deni Suseno | Editor: Mahar Prastowo 


0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1