
LUGAS | JAKARTA — Upaya membangun masyarakat yang sehat secara fisik maupun mental terus diperkuat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Kampanye Kesehatan Pembudayaan GERMAS Lintas Sektor yang berlangsung di Aula Kantor Camat Makasar, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, sektor kesehatan, kader kesehatan, serta organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat kolaborasi dalam membudayakan perilaku hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Camat Makasar Nur Hilal, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Makasar Diana, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur drg Wenny Ichwaniah, MARS, Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Kecamatan Makasar dr Solihatun Nawiyah, Kepala Satuan Pelaksana UKM Puskesmas Makasar dr Virly Lestary, PKK Kecamatan Makasar Pokja IV Samiyati, Pengelola Promosi Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Asri Juwita, SKM, Subkoordinator PPSM dan Promosi Kesehatan Puskesmas Makasar Siti Masruroh, SKM, serta Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Makasar Emilia Kuway, SKM.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah edukasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) yang disampaikan oleh psikolog Amalia Riska, M.Psi., Psikolog. Dalam paparannya, Amalia menjelaskan bahwa luka psikologis merupakan cedera emosional dan mental yang dapat muncul akibat pengalaman traumatis, kehilangan orang terdekat, konflik keluarga, perundungan, hingga tekanan sosial dan ekonomi yang berlangsung lama. Kondisi tersebut sering kali tidak terlihat secara langsung, namun dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Menurut Amalia, masyarakat perlu memiliki kemampuan dasar untuk mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami luka psikologis. Gejalanya dapat berupa munculnya emosi negatif yang mendalam, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan motivasi, kesulitan berkonsentrasi, hingga perasaan putus asa.
Ia menjelaskan bahwa Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis merupakan bentuk bantuan psikologis dasar bagi individu yang sedang menghadapi situasi berat atau traumatis. Pendekatan ini menjadi langkah awal yang penting sebelum seseorang mendapatkan layanan profesional apabila diperlukan.
Dalam praktiknya, masyarakat dapat berperan sebagai pendengar dan penolong pertama dengan cara melihat kebutuhan yang mendesak, mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan rasa aman dan nyaman, membantu menghubungkan dengan layanan yang dibutuhkan, melindungi dari risiko yang lebih besar, serta menumbuhkan harapan yang realistis.
Selain edukasi kesehatan mental, kegiatan juga diisi dengan Kampanye Kesehatan Pembudayaan GERMAS oleh Tim Promosi Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur bersama Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Kecamatan Makasar. Materi yang disampaikan menegaskan bahwa budaya hidup sehat tidak hanya mencakup aktivitas fisik dan pencegahan penyakit, tetapi juga pemeliharaan kesehatan jiwa, penguatan keluarga, dan kepedulian sosial.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembinaan kader kesehatan oleh Tim PPSM Puskesmas Kecamatan Makasar bersama PKK Pokja IV Kecamatan Makasar. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat serta memperkuat jejaring dukungan sosial di tingkat keluarga dan lingkungan.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Kecamatan Makasar berupaya menghadirkan masyarakat yang lebih peduli, empatik, dan siap menjadi pendengar serta penolong pertama bagi warga yang menghadapi persoalan psikologis. Di tengah berbagai tantangan kesehatan masyarakat saat ini, kesehatan mental menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian bersama.
Sejalan dengan semangat GERMAS, membangun Indonesia yang sehat tidak hanya diwujudkan melalui tubuh yang bugar, tetapi juga melalui lingkungan yang saling mendukung, menghargai, dan menguatkan sesama. Dengan demikian, masyarakat dapat tumbuh menjadi komunitas yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)