Kepala Kampung Ayawasi Selatan Ingin Warganya Hidup Aman dan Sehat

 


LUGAS | MAYBRAT, Papua Barat Daya — Kepala Kampung Ayawasi Selatan, Distrik Aifat Utara, Kabupaten Maybrat, Maxi Kosomah, berharap masyarakat di wilayahnya dapat hidup dalam suasana yang aman dan sehat agar pembangunan serta pendidikan dapat berjalan optimal.

Harapan itu disampaikan Maxi kepada Lugas, Selasa (2/6/2026), seusai menghadiri acara pelepasan siswa SMP Negeri 1 Aifat. Selain menjabat sebagai kepala kampung, ia juga dipercaya sebagai ketua komite sekolah.

Menurut Maxi, keamanan dan kesehatan masyarakat menjadi fondasi penting bagi kemajuan kampung. Dengan kondisi sosial yang kondusif, berbagai program pembangunan maupun proses pendidikan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

"Sebagai kepala kampung, kami menginginkan masyarakat hidup aman dan sehat sehingga sinergi pembangunan di Kampung Ayawasi Selatan dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia menuturkan, sejak Kabupaten Maybrat memiliki pusat pemerintahan definitif di Kemurkek, berbagai program pembangunan yang didanai pemerintah pusat mulai dirasakan masyarakat hingga ke tingkat kampung. Sejumlah infrastruktur, seperti pembangunan jembatan dan rumah warga, telah terealisasi di berbagai wilayah.

Distrik Aifat Utara sendiri mencakup sejumlah kampung, antara lain Ayawasi, Ayawasi Selatan, Aifat Timur, Suwe, Fonatu, Moves, dan Neset. Distrik ini merupakan bagian dari 21 distrik yang ada di Kabupaten Maybrat, yang secara keseluruhan terdiri atas 259 kampung.

Khusus di Kampung Ayawasi Selatan, tercatat terdapat 42 kepala keluarga. Sebagian besar warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian tradisional dengan sistem ladang berpindah, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai aparatur sipil negara.

"Hampir 90 persen masyarakat bekerja sebagai petani. Hasil pertanian sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Maxi.

Komoditas yang dibudidayakan warga antara lain keladi, jagung, kacang tanah, sawi, dan kacang panjang. Hasil panen tersebut menjadi penopang utama kehidupan keluarga di kampung.

Di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis wilayah pedalaman, Maxi melihat semangat masyarakat terhadap pendidikan tetap tinggi. Banyak orang tua berupaya membiayai pendidikan anak-anak mereka secara mandiri, selain memanfaatkan bantuan beasiswa dari pemerintah.

Menurut dia, pendidikan dipandang sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda.

"Orang tua di sini sangat memperhatikan pendidikan anak-anak. Banyak yang bersekolah dengan biaya dari keluarga sendiri. Harapannya, mereka kelak bisa berhasil dan bekerja di pemerintahan," ujarnya.

Kabupaten Maybrat merupakan salah satu wilayah pedalaman di Papua Barat Daya yang memiliki tantangan akses transportasi cukup besar. Dari Kota Sorong menuju Ayawasi, perjalanan darat dapat mencapai lima hingga tujuh jam dengan kondisi jalan berkelok dan medan yang cukup berat.

Meski demikian, masyarakat setempat terus berupaya membangun masa depan melalui pendidikan, pertanian, dan partisipasi dalam pembangunan kampung. Bagi Maxi, cita-cita sederhana tentang masyarakat yang aman, sehat, dan berpendidikan menjadi modal utama untuk mewujudkan kemajuan Ayawasi Selatan di masa mendatang.


Laporan: Sopian Hadi Santoso| Editor: Mahar Prastowo 

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1