LUGAS | Cipayung, Jakarta Timur
Ada yang berbeda di Lubang Buaya pekan ini.
Bukan karena kawasan itu akan dipadati ribuan orang. Bukan pula karena deretan pejabat negara dijadwalkan hadir. Yang menarik justru sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana organisasi kemasyarakatan yang selama ini bekerja di balik layar menjaga keamanan lingkungan, membantu saat bencana, dan menguatkan semangat bela negara, menyatukan langkah menghadapi tantangan Indonesia yang semakin kompleks?
Jawabannya akan dicari dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Senkom Mitra Polri Tahun 2026.
Kamis, 18 Juni 2026 mendatang, sekitar 750 peserta dari berbagai penjuru Indonesia akan berkumpul di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Namun jumlah peserta sesungguhnya jauh lebih besar. Melalui sistem hybrid yang terhubung hingga tingkat Polda, Polres, dan Polsek, sekitar 10.000 personel pengurus Senkom Mitra Polri di seluruh Indonesia akan mengikuti jalannya rapat secara daring.
Tema yang diangkat tidak ringan: Percepatan Peran Senkom Mitra Polri dalam Harkamtibmas, Bela Negara dan Kebencanaan guna Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas, Nasionalisme Tangguh dan Kedaulatan Bangsa Menuju Indonesia Emas.
Tema panjang itu sesungguhnya menggambarkan tiga medan pengabdian yang selama ini menjadi napas organisasi: keamanan masyarakat, bela negara, dan kebencanaan.
Ketua Steering Committee Rapimnas 2026, Lukman Abdul Fatah, menyebut forum tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi.
"Rapimnas diselenggarakan untuk menjabarkan hasil-hasil ketetapan Munas IV Tahun 2022 ke dalam program kerja yang terukur dan berkelanjutan. Ini juga menjadi sarana konsolidasi nasional sekaligus merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan," ujarnya.
Di tengah meningkatnya tantangan keamanan sosial, ancaman bencana yang semakin sering terjadi, serta kebutuhan memperkuat wawasan kebangsaan, konsolidasi seperti ini menjadi penting. Sebab organisasi relawan tidak cukup hanya memiliki semangat. Ia juga memerlukan arah, strategi, dan kemampuan yang terus diperbarui.
Karena itu Rapimnas kali ini dirancang bukan hanya sebagai ruang persidangan organisasi. Berbagai materi strategis dari unsur Mabes Polri, Basarnas, BNPB, Kementerian Pertahanan, serta sejumlah lembaga mitra akan menjadi bagian dari agenda utama.
Senkom tampaknya ingin memastikan bahwa para anggotanya tidak hanya siap bekerja di lapangan, tetapi juga memahami perkembangan kebijakan nasional yang menjadi kerangka kerja mereka.
Tidak mengherankan jika sejumlah pejabat tinggi negara dijadwalkan hadir. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo direncanakan membuka acara tersebut. Sejumlah pejabat utama Mabes Polri seperti Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, Asisten SDM Kapolri, dan Kakorlantas juga dijadwalkan hadir. Demikian pula pimpinan Basarnas, BNPB, unsur Kementerian Pertahanan, dan berbagai lembaga strategis lainnya.
Bagi Senkom Mitra Polri, kehadiran para pemangku kebijakan itu bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, menjadi simbol bahwa persoalan keamanan masyarakat, kesiapsiagaan bencana, dan penguatan nasionalisme membutuhkan kerja kolaboratif lintas sektor.
Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, menegaskan Rapimnas memiliki posisi strategis dalam tata kelola organisasi. Forum ini merupakan rapat pimpinan tertinggi setelah Musyawarah Nasional.
Menurutnya, Rapimnas menjadi momentum mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus mempersiapkan berbagai keputusan penting menuju Musyawarah Nasional V pada tahun 2027.
"Melalui Rapimnas 2026 ini kami berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran Senkom Mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memperkokoh semangat bela negara, serta meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana melalui kolaborasi yang semakin kuat dengan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Harapan itu terasa relevan dengan kondisi Indonesia hari ini. Negara yang luas dengan lebih dari 17 ribu pulau memerlukan jejaring sosial yang kuat hingga tingkat akar rumput. Dalam banyak peristiwa kebencanaan maupun gangguan keamanan lingkungan, relawan kerap menjadi pihak pertama yang hadir sebelum bantuan besar datang.
Di situlah organisasi seperti Senkom menemukan perannya.
Ketua Organizing Committee Rapimnas 2026, Herlan Maulana, memastikan seluruh persiapan teknis telah dilakukan secara matang. Sistem hybrid yang digunakan diharapkan mampu menjangkau seluruh jajaran organisasi di berbagai daerah sehingga proses konsolidasi nasional berlangsung efektif dan efisien.
Rapimnas memang hanya berlangsung sehari. Namun hasil yang diharapkan jauh melampaui durasi pelaksanaannya.
Di tengah perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, forum ini ingin melahirkan peta jalan baru: bagaimana memperkuat kemitraan dengan Polri, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa; bagaimana membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana; dan bagaimana menjaga semangat kebangsaan tetap hidup di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat.
Karena pada akhirnya, stabilitas keamanan, ketangguhan menghadapi bencana, dan kuatnya rasa kebangsaan tidak lahir dari satu lembaga saja.
Ia lahir dari ribuan orang yang memilih untuk tetap peduli.
Dan pekan ini, ribuan orang itu menyatukan langkahnya di Jakarta.
