Rakercab III IWAPI Jakarta Timur: Merajut Jejaring, Menguatkan Perempuan Pengusaha



LUGAS | Jakarta Timur - Langit pagi Jakarta Timur, Kamis, 18 Juni 2026, menjadi saksi berkumpulnya para perempuan pengusaha dari berbagai sektor usaha. Mereka datang bukan sekadar menghadiri rapat organisasi. Mereka datang membawa harapan, pengalaman, sekaligus tantangan dunia usaha yang kian dinamis.

Di bawah tema "Networking Kuat, Bersinergi Hebat dalam Pertumbuhan Bisnis Wanita Pengusaha", Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) III Tahun 2026.

Acara yang diselenggarakan di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur tersebut menjadi momentum evaluasi program sekaligus penyusunan arah gerak organisasi pada tahun mendatang.

Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, yang mewakili Wali Kota Administrasi Jakarta Timur. Turut hadir Ketua DPD IWAPI DKI Jakarta, Endah Eko Ansoruddin, SH, MM, Ketua DPC IWAPI 5 Wilayah Kota Administrasi DKI Jakarta dan Kabupaten Pulau Seribu, serta ibu-ibu PKK.

Mewakili Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Asisten Kota (Askot) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi, mengajak seluruh peserta Rakercab III IWAPI Jakarta Timur menjadikan forum tersebut sebagai momentum menyusun perencanaan yang konkret dan adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi yang masih bergejolak. Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini masih menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpengaruh terhadap kenaikan harga energi dan berpotensi memicu inflasi. Karena itu, organisasi perempuan pengusaha diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis untuk memperkuat ketahanan usaha anggota, memperluas jejaring pemasaran, serta menciptakan inovasi yang dapat menjaga keberlangsungan UMKM. 

Fauzi juga menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Jakarta Timur agar IWAPI menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program pemilahan sampah di sumber sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mengingatkan bahwa mulai 1 Agustus 2026, sampah organik dan anorganik tidak lagi dapat dibuang langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, dan hanya sampah residu yang diperbolehkan masuk. Oleh karena itu, para anggota IWAPI diharapkan menjadi pelopor perubahan perilaku di lingkungan usaha maupun rumah tangga dengan menerapkan pemilahan sampah secara konsisten sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.


Dalam sambutannya, Ketua DPC IWAPI Jakarta Timur Novida Anggraini, S.Sos., M.Si. menegaskan bahwa kekuatan usaha perempuan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan individu.

"Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekuatan jaringan dan kolaborasi yang kita bangun bersama," ujar Novida.


Menurutnya, networking yang kuat mampu membuka peluang pasar baru, memperluas akses informasi, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan mitra strategis. Sementara sinergi yang baik akan menghasilkan inovasi dan meningkatkan daya saing usaha.

"Kita memiliki peran strategis bukan hanya dalam mengembangkan usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," lanjutnya.

Rakercab ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi perempuan pengusaha terbesar di Indonesia tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi pascapandemi, transformasi digital, dan persaingan pasar yang semakin terbuka.


Dari UMKM ke Ekonomi Digital


IWAPI selama ini dikenal sebagai organisasi yang konsisten mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan.

Di Jakarta Timur, sebagian besar anggota IWAPI bergerak di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, jasa, perdagangan hingga industri kreatif berbasis digital.

Karena itu, tema networking yang diangkat dalam Rakercab III bukan sekadar slogan.

Di era ekonomi digital, akses pasar sering kali ditentukan oleh siapa yang dikenal, siapa yang dipercaya, dan seberapa luas jejaring yang dimiliki.

Bagi pelaku UMKM perempuan, jaringan usaha menjadi modal yang sama pentingnya dengan modal finansial.

Melalui organisasi, para anggota dapat saling bertukar informasi mengenai perizinan usaha, pemasaran digital, akses pembiayaan, sertifikasi halal, hingga peluang kemitraan dengan sektor swasta maupun pemerintah.


Kiprah IWAPI Jakarta Timur


Sepanjang periode satu tahun terakhir, 2025–2026, DPC IWAPI Jakarta Timur aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan anggota dan penguatan kapasitas usaha perempuan.

Beberapa fokus kegiatan yang menjadi perhatian organisasi antara lain:

1. Penguatan Kapasitas UMKM

IWAPI Jakarta Timur secara rutin menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan usaha, pemasaran digital, serta pengembangan produk.

Program ini diarahkan agar anggota mampu meningkatkan daya saing produknya di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.


2. Literasi Digital dan Pemasaran Online

Perkembangan teknologi informasi mendorong banyak anggota untuk bertransformasi dari pemasaran konvensional menuju platform digital.

IWAPI Jakarta Timur mendorong anggota memanfaatkan media sosial, marketplace, dan berbagai platform perdagangan elektronik sebagai sarana ekspansi pasar.


3. Kemitraan dengan Pemerintah dan Dunia Usaha

Organisasi juga aktif menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, instansi pemerintah, BUMN, lembaga keuangan, dan pelaku usaha lainnya.

Kemitraan tersebut bertujuan membuka akses pembiayaan, promosi produk, serta pengembangan jaringan bisnis anggota.


4. Peningkatan Peran Perempuan dalam Perekonomian

IWAPI tidak hanya berbicara mengenai bisnis semata.

Organisasi ini juga mendorong peningkatan kepemimpinan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, dan kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.


5. Pengembangan Jaringan Antaranggota

Berbagai forum temu bisnis, diskusi usaha, pameran produk, dan kegiatan organisasi menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperluas peluang kolaborasi.


Rakercab Sebagai Ruang Evaluasi


Bagi organisasi, rapat kerja bukan sekadar agenda tahunan.

Rakercab merupakan ruang untuk mengukur sejauh mana program yang telah dijalankan memberikan manfaat kepada anggota.

Forum ini juga menjadi sarana menyusun langkah strategis agar organisasi tetap relevan menghadapi perubahan zaman.

Dalam konteks Jakarta Timur yang memiliki jumlah UMKM sangat besar dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta, keberadaan IWAPI menjadi penting sebagai jembatan antara pelaku usaha perempuan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui Rakercab III Tahun 2026, IWAPI Jakarta Timur berupaya memperkuat posisinya sebagai wadah pengembangan perempuan pengusaha yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif.

Menutup sambutannya, Novida Anggraini berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembahasan program kerja semata.

Ia menginginkan Rakercab menjadi ruang lahirnya gagasan dan kerja nyata.

"Saya berharap kegiatan ini menjadi sarana yang bermanfaat untuk memperluas jaringan, memperkuat kolaborasi, berbagi inspirasi, serta menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat membawa kemajuan bagi usaha yang kita jalankan."


Harapan itu tampak sederhana.

Namun di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, jaringan yang kuat dan sinergi yang hebat memang sering kali menjadi pembeda antara usaha yang bertahan dan usaha yang berkembang.

Dan pagi itu, di Rakercab III IWAPI Jakarta Timur, para perempuan pengusaha kembali mengikat komitmen yang sama: bertumbuh bersama, maju bersama.




0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1