Final YouthKampis Cup 6 sempat dihentikan akibat lapangan tergenang. Di hadapan lebih dari 2.000 penonton, BPPP Tandurusa FC menaklukkan Ardila FC 3-1 dan mengangkat trofi di Stadion Duasudara.
LUGAS | BITUNG — Hujan deras yang mengguyur Stadion Duasudara, Manembo-nembo Tengah, Minggu sore, tak mampu membubarkan ribuan penonton yang memadati arena final YouthKampis Cup 6 Tahun 2026. Lebih dari 2.000 penonton tetap bertahan menyaksikan duel Ardila FC Pateten melawan BPPP Tandurusa FC hingga peluit panjang dibunyikan.
Partai puncak turnamen sepak bola rakyat terbesar di Kota Bitung itu menyuguhkan drama lengkap. Mulai dari duel dua tim bertabur pemain berpengalaman, pertandingan yang sempat dihentikan akibat genangan air, hingga kartu merah menjelang akhir laga.
Ardila FC tampil tanpa sejumlah pemain pilarnya, termasuk Safruddin Tahar dan beberapa pemain yang berkiprah bersama Malut United. Head Coach Rahmat Pochi Rifai juga tidak mendampingi tim karena bertepatan dengan agenda lain di Maluku Utara. Sebaliknya, BPPP Tandurusa FC turun dengan kekuatan penuh.
Babak pertama berlangsung ketat. Ardila FC mengandalkan kreativitas Kriswandi mohibu di lini tengah, sementara BPPP Tandurusa FC bertumpu pada pengalaman mantan gelandang Persija Jakarta, Sandi Sute. Kedua tim saling menyerang, tetapi skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Kebuntuan dalam pertandingan baru pecah pada menit ke-50 ketika Dodi Elekuan Djin membawa BPPP Tandurusa FC unggul 1-0. Ardila FC kemudian meningkatkan intensitas serangan dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Habibi Yusuf pada menit ke-62. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat para pendukung yang memadati Stadion Duasudara.
Namun tak lama setelah gol penyeimbang itu tercipta, pertandingan terpaksa dihentikan sementara karena kondisi lapangan semakin memburuk. Hujan deras yang terus mengguyur membuat hampir 70 persen permukaan lapangan digenangi air sehingga bola tidak lagi mengalir normal. Pengawas pertandingan Ronald Effendi bersama perangkat wasit kemudian memberikan waktu toleransi selama 15 menit untuk menunggu kondisi lapangan memungkinkan pertandingan dilanjutkan.
Situasi Ardila FC semakin sulit setelah Risky Mokoagow menerima kartu merah pada menit ke-88. Bermain dengan sepuluh pemain, Ardila FC gagal mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.
Peluit panjang yang dibunyikan wasit disambut gemuruh tribun Stadion Duasudara. Di tengah hujan yang belum reda, para pemain BPPP Tandurusa FC merayakan gelar juara bersama pendukungnya.
Ketua Panitia Pelaksana YouthKampis Cup 6, Sofiandy Mundiahi, menyebut turnamen tahun ini berakhir aman, lancar, dan kondusif. Menurut dia, beberapa protes yang muncul selama pertandingan merupakan hal lumrah dalam sepak bola. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen serta memastikan Youth Kampis Cup akan kembali digelar tahun depan.
Sore itu, hujan, genangan air, dan kartu merah menjadi bagian dari cerita. Namun yang paling diingat adalah keteguhan ribuan penonton yang tetap bertahan di stadion serta keberhasilan BPPP Tandurusa FC mengangkat trofi Youth Kampis Cup 6 Tahun 2026 setelah menang 3-1 atas Ardila FC.
Pencetak Gol
Dodi Elekuan Djin (50') — BPPP Tandurusa FC
Habibi Yusuf (62') — Ardila FC
Andi Sikola (69') — BPPP Tandurusa FC
M. Ali Koroy (72') — BPPP Tandurusa FC
Kartu Merah
Risky Mokoagow (88') — Ardila FC
Skor Akhir Ardila FC 1-3 BPPP Tandurusa FC.





