LUGAS | BITUNG — Di tengah meningkatnya tantangan keamanan laut dan kompleksitas operasi di wilayah perairan nasional, Satuan Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII mulai mengintensifkan penguatan kemampuan tempur prajuritnya. Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Bulan Profesi Minggu I Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Satrol Kodaeral VIII, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP. Kehadiran pimpinan satuan dalam latihan ini dinilai menjadi penegasan bahwa kesiapan personel tempur tidak boleh berjalan administratif semata, melainkan harus diuji langsung melalui latihan taktis yang terukur dan berkelanjutan.
Pada pekan pertama Bulan Profesi, pembinaan difokuskan pada dua materi inti, yakni pendalaman kemampuan persenjataan dan simulasi Penanggulangan Bahaya Kebakaran dan Kebocoran (PEK). Kedua materi tersebut menjadi elemen vital dalam mendukung kesiapsiagaan prajurit saat menghadapi kondisi darurat di kapal perang maupun operasi patroli laut.
“Prajurit harus memiliki respons cepat, ketepatan tindakan, dan pemahaman teknis yang kuat dalam setiap situasi darurat maupun operasi tempur,” ujar Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits di sela kegiatan.
Latihan PEK yang dilaksanakan secara simultan tidak hanya menitikberatkan pada prosedur teknis, tetapi juga menguji koordinasi dan ketahanan personel dalam menghadapi ancaman kebakaran maupun kebocoran kapal yang berpotensi fatal saat pelayaran operasi. Setiap prajurit dituntut mampu bergerak cepat, disiplin, dan taktis dalam situasi berisiko tinggi.
Sementara itu, materi persenjataan diarahkan untuk menjaga ketajaman naluri tempur serta meningkatkan profesionalisme prajurit dalam penguasaan alutsista. Pembinaan berkala seperti ini dinilai penting di tengah tuntutan kesiapan operasi laut yang terus berkembang.
Melalui Bulan Profesi 2026, Satrol Kodaeral VIII menegaskan komitmennya membentuk sumber daya manusia TNI AL yang tangguh, adaptif, dan siap digerakkan sewaktu-waktu dalam menjaga stabilitas keamanan laut nasional.
Penguatan kapasitas personel tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berkesinambungan.



