SPMB SMA Negeri 1 Bitung Transparan, Kepala Sekolah: Tak Ada Ruang Titipan dalam Sistem



LUGAS | BITUNG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Bitung memasuki tahapan lapor diri. Pihak sekolah memastikan seluruh proses seleksi berlangsung sesuai petunjuk teknis, dengan mekanisme yang dinilai semakin transparan karena seluruh tahapan dilakukan melalui sistem yang dapat dipantau masyarakat.


Tahun ini, SMA Negeri 1 Bitung menerima kuota sebanyak 468 siswa dari sekitar 700 pendaftar. Kuota tersebut terdiri atas jalur domisili sebanyak 141 kursi, prestasi 164 kursi, afirmasi 140 kursi, dan mutasi 23 kursi. Namun, hingga penutupan pendaftaran, terdapat sisa kuota sebanyak 12 kursi dari jalur mutasi dan 74 kursi dari jalur afirmasi yang tidak terisi. Total 86 kursi kemudian dilimpahkan ke jalur domisili, sehingga pada pengumuman akhir komposisi kuota menjadi domisili 227 siswa, prestasi 164 siswa, afirmasi 66 siswa, dan mutasi 11 siswa, dengan total tetap 468 siswa.

Kepala SMA Negeri 1 Bitung, Syiane Buisang, S.Pd., mengatakan pengumuman kelulusan bukan akhir dari proses penerimaan. Seluruh calon peserta didik yang dinyatakan lulus tetap diwajibkan mengikuti tahapan lapor diri sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Harapan saya, SPMB tahun ini dapat berjalan dengan baik sampai seluruh tahapan selesai. Kami bersyukur karena sistem yang diterapkan sekarang jauh lebih terbuka. Masyarakat bisa melihat sendiri hasil seleksi dan membandingkan prosesnya sehingga pelaksanaannya lebih transparan. Sampai hari ini kami tidak menemukan persoalan yang menunjukkan adanya penyimpangan karena seluruh proses berjalan sesuai aturan," kata Syiane saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).


Menurut dia, salah satu keunggulan sistem tahun ini terdapat pada mekanisme lapor diri. Apabila peserta didik yang telah dinyatakan lulus ternyata memilih bersekolah di tempat lain, misalnya karena mengikuti perpindahan tugas orang tua ke daerah lain, sistem secara otomatis akan mengisi kuota kosong dengan peserta berikutnya yang berada dalam daftar tunggu.

"Kalau ada siswa yang tidak melakukan daftar ulang, sistem akan menarik otomatis peserta berikutnya sesuai urutan. Kepala sekolah maupun panitia tidak memiliki ruang untuk memasukkan siswa di luar mekanisme. Tidak ada istilah titipan karena semuanya berjalan otomatis melalui sistem," ujarnya.


Syiane mengatakan mekanisme tersebut sekaligus menjawab keraguan sebagian masyarakat yang masih menganggap penerimaan siswa baru dapat dipengaruhi oleh pihak tertentu. Menurutnya, seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi sistem sehingga sekolah hanya menjalankan hasil yang telah ditetapkan.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya calon peserta didik yang masih berada dalam daftar tunggu, agar tetap mengikuti setiap perkembangan selama tahapan lapor diri berlangsung. Sebab, peluang untuk diterima tetap terbuka apabila terdapat peserta yang tidak melakukan registrasi ulang.

"Kami selalu menyampaikan kepada peserta agar bersabar menunggu hasil sampai tahapan lapor diri selesai. Kalau ada kuota yang kosong, sistem akan langsung memanggil peserta berikutnya. Jadi tidak perlu khawatir ataupun mencari jalan lain karena semuanya sudah diatur oleh sistem," katanya.


Di sisi lain, Syiane mengingatkan bahwa perjuangan calon peserta didik tidak berhenti ketika dinyatakan lulus. Kesempatan untuk belajar di SMA Negeri 1 Bitung, menurutnya, harus dibarengi dengan kesiapan menaati seluruh tata tertib sekolah.

"Masuk ke SMA Negeri 1 bukan proses yang mudah. Ada tahapan panjang yang harus dilalui dan banyak calon siswa yang berharap bisa diterima di sini. Karena itu, ketika sudah dinyatakan lulus, kami berharap mereka benar-benar siap belajar dan menaati seluruh aturan sekolah," ujarnya.

Ia mengungkapkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya ketika seorang siswa yang baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah beberapa kali melakukan pelanggaran disiplin, mulai dari melompati pagar sekolah hingga membolos pada hari-hari awal kegiatan belajar. Setelah dilakukan pembinaan dan pemanggilan orang tua, sekolah akhirnya mengarahkan siswa tersebut untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain.

"Kejadian seperti itu tentu sangat kami sayangkan. Banyak anak yang ingin bersekolah di SMA Negeri 1 Bitung, sehingga kesempatan yang sudah diperoleh seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Harapan kami, siswa yang diterima tahun ini benar-benar memiliki kesiapan untuk belajar, berdisiplin, dan mematuhi seluruh peraturan sekolah," kata Syiane.

Hingga memasuki tahapan lapor diri, pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 1 Bitung disebut berlangsung lancar tanpa adanya keberatan maupun temuan yang menunjukkan penyimpangan dalam proses seleksi. Pihak sekolah berharap seluruh rangkaian penerimaan dapat selesai sesuai jadwal, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan yang objektif, transparan, dan akuntabel.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1